BALI EXPRESS, SINGARAJA - Setelah sepuluh tahun berkiprah di dunia kefarmasian, Apotek Mulia Farma Sentosa merayakan hari ulang tahunnya, Minggu lalu (13/8). Perayaan hari jadinya ini dilaksanakan di halaman belakang Apotek Mulia Farma Sentosa, Jalan Setia Budi, Kelurahan Banyuning Timur. Selain menghadirkan rekan bisnis, manajemen Apotek Mulia Farma juga mengundang puluhan karyawannya yang tersebar di 12 outlet. Pada perayaan ultah kali ini, manajemen apotek menargetkan dua outlet lagi bisa didirikan tahun ini.
Tidak ketinggalan, ratusan customer dan masyarakat Banyuning turut hadir untuk menyaksikan berbagai hiburan yang disajikan pihak manajemen. Direktur Utama Apotek Mulia Farma Sentosa, drh. Nyoman Dukhajaya mengatakan, selama dasawarsa berkiprah di dunia kefarmasian, apotek yang dipimpinnya itu menghadapi sejumlah tantangan yang tidak mudah. Salah satunya lesunya perekonomian secara global, yang berdampak terhadap daya beli masyarakat.
“Sejak 2017 secara makro ekonomi memang lesu. Namun secara umum, sektor farmasi masih tetap stabil. Kami terus berupaya bagaimana apotek kami bisa berkembang,” ujar Dukhajaya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Dukhajaya sadar betul agar apotek yang dipimpinnya bisa bertahan di tengah lesunya perekonomian. Maka pihaknya pun melakukan berbagai inovasi. Dirinya menekankan pelayanan prima bagi masyarakat yang ingin mendapatkan obat-obatan yang terjangkau. Selain itu masyarakat yang mendapatkan obat di apotek tersebut diberikan konsultasi gratis serta terapi dengan biaya yang murah.
“Strateginya menggaet konsumen, kami harus meberikan pelayanan prima untuk masyarakat. Caranya, kami menyediakan tenaga-tenaga teknis kefarmasian yang memahami dan mengerti obat saat memberikan konsultasi obat kepada pelanggan. Disini juga menyediakan kesehatan dengan biaya terjangkau dan efisein. Kita bisa membantu masyarakat dengan memberikan biaya murah,” imbuh Dukhajaya.
Saat ini Apotek Mulia Farma Sentosa telah membuka outlet sebanyak 12 apotek, yang tersebar di tiga Kabupaten yakni Buleleng, Karangasem hingga Tabanan. Pihaknya pun menarget, tahun ini bisa membuka dua outlet di wilayah Tejakula Kabupaten Buleleng dan wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan.
“Untuk outletnya kita sudah ada 12 outlet, yang tersebar di tiga kabupaten seperti Buleleng, Karangasem dan Tabanan. Dan sengaja kami memilih wilayah yang blank spot mengingat potensi bisnisnya masih cukup menjanjikan, serta cost produksianya juga rendah. Di Buleleng kita buka di wilayah Pejarakan, Goris dan Gerokgak. Sedangkan kalau di Tabanan kami hadir di Pupuan. Begitupun di Karangasem sudah ada di wilayah Rendang, Menanga,” sebutnya.
Editor : I Putu Suyatra