GIANYAR, BALI EXPRESS - Seorang pemuda dan berstatus masih pelajar SMA mampu membiayai sekolahnya sejak duduk di sekolah SMP. Pemuda itu bernama I Kadek Dwi Putra, 17, asal Banjar Dlodpangkung, Desa/Kecamatan Sukawati. Ia merupakan penjual ogoh-ogoh mini, hasilnya pun tidak tanggung-tanggung bisa untuk keperluan biayanya sekolah hingga membeli sepeda motor sendiri.
Kadek Dwi menjelaskan dirinya berawal dari membantu kakaknya yang menjual ogoh-ogoh mini menjelang hari suci Nyepi. “Kira-kira sudah sejak duduk di kelas 5 SD membantu kakak membuat ogoh-ogoh. Sampai-sampai punya bekal, kemudian itu saya gunakan untuk bayar sekolah SMP termasuk uang SPP sampai SMA saat ini," jelasnya, Senin (10/3).
Dalam kesempatan itu pelajar yang masih duduk di bangku SMA itu mengaku minimal membuat 200-an ogoh-ogoh mini setiap tahunnya. Ogoh-ogoh itu pun sudah ada yang memesan dari beberapa wilayah di Bali. Bahkan sebulan menjelang Nyepi ia sering lembur setiap pulang sekolah. Disinggung dengan keuntungannya, ia mengaku lumayan bisa memenuhi kebutuhannya. "Per tahun keuntungan bisa sampai Rp 30 juta," ujarnya.
Kadek Dwi saat ini masih duduk di kelas XI jurusan IPA SMAN 1 Sukawati. Untuk Nyepi kali ini, Kadek Dwi telah menerima order dan mengirim sebanyak 200-an lebih ogoh-ogoh mini dan akan dikirim ke wilayah Nusadua, wilayah Penarungan, Kuta, Kerobokan, Singaraja dan Karangasem. "H-1 bulan Nyepi biasanya sudah banjir pesanan," imbuhnya.
Demi memenuhi pesanan, Kadek Dwi pun rela waktu luangnya dihabiskan untuk membuat ogoh-ogoh. Sepulang sekolah ia mengaku langsung duduk di tempat membuat ogoh-ogoh, dan tidak kemana-mana lagi. Bahkan sampai malam, terlebih hari Minggu bisa seharian dia mebuat ogoh-ogoh.
Kadek Dwi menambahkan jenis ogoh-ogoh yang dibuat berupa Celuluk, Leak, Bade Mas, Tenggek Tiga, Anoman dan Garuda. Biasanya ogoh-ogoh mini ini diminati oleh kalangan anak-anak. Selain itu ada juga pesanan di sekolah TK maupun perorangan. "Di depan rumah juga saya jual beberapa ogoh-ogoh mini. Biasanya banyak peminat dari kalangan TK dan anak-anak perseorangan," tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra