Sang Budi mengatakan salon kecantikan yang dirintis sejak 2007 itu semakin dikenal masyarakat. Tak hanya menjangkau orang-orang di sekitar tempat usahanya. Banyak pelanggan di luar Bangli memanfaatkan jasa salon tersebut berkat informasi di medsos. Pernah ada dari Kota Negara, Jembrana, jauh-jauh datang ke sana. “Iya, pernah ada juga dari Negara cuma nyalon ke sini,” tutur Sang Budi, Jumat (26/5).
Agar salon yang melayani semir rambut, smoothing, facial dan lainnya itu lebih menjangkau masyarakat, Sang Budi menegaskan bahwa aktif promosi di medsos, seperti Facebook, Instagram dan TikTok. “Hasilnya lumayan,” jelasnya.
Kini, Sang Budi yang mengelola usaha bersama istrinya itu siap-siap buka cabang di Kota Denpasar. Usaha itu bisa berkembang juga berkat bantuan kredit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia tercatat sebagai nasabah KUR BRI plafon Rp 250 juta.
“KUR ini sangat membantu karena bunganya ringan. Kalau untuk untuk transaksi, saya juga memakai BRImo, tapi masih jarang pelanggan memanfaatkan itu. Di sini pelanggan lebih banyak bayar pakai tunai,” terang pria berusia 38 tahun yang juga penjual pakaian itu.
Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten mengatakan pihak BRI terus mendorong nasabahnya untuk mengelola bisnis dengan memanfaatkan digital, baik itu pemasaran maupun transaksi.
Dalam hal transaksi, BRI telah menyediakan BRImo, aplikasi keuangan digital yang bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan mulai dari pembelian, pembayaran, transfer, dan transaksi lainnya dengan berbagai kemudahan. Dapat melakukan transaksi pembayaran tanpa harus repot-repot antre ke bank, pencatatan lengkap, terjamin dan aman,” katanya.
“Dengan adanya BRImo, pembayaran untuk transaksi dapat menjadi lebih mudah, fleksibel, dan modern. Sehingga, UMKM dapat dapat mengembangkan dan memperbesar volume penjualan mereka,” tambah Recky. (wan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya