Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngabuburide, Bersepeda Sambil Ngabuburit, Berbuka dengan Bubur Kajanan

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 10 April 2023 | 19:43 WIB
NGABUBURIT : Para pesepeda menyusuri perkampungan sembari ngabuburit di Singaraja. Dian Suryantini/Bali Express
NGABUBURIT : Para pesepeda menyusuri perkampungan sembari ngabuburit di Singaraja. Dian Suryantini/Bali Express
BULELENG, BALI EXPRESS -Bersepeda bersenang-senang yang digagas kedai kopi deKakiang Singaraja dan Angkringan Mula Keto kini memasuki bulan Ramadan. Agenda kesepuluh ini memilih rute masuk kampung. Jalan-jalan kecil diperkampungan nan padat penduduk menjadi pilihan.

Jalur sepanjang Kampung Bugis hingga Kampung Lebah Singaraja dilewati. Kampung bugis sendiri merupakan salah satu perkampungan dengan keberagaman suku di Buleleng. Tidak saja dihuni oleh umat muslim, namun juga berbaur dengan umat hindu. Sepanjang perjalanan, kerukunan dengan toleransi tinggi tergambar di wajah dua perkampungan ini, Minggu (9/4).

Rute yang dipilih oleh tim dimulai dari Masjid Agung Jami Singaraja. Masjid ini memiliki sejarah yang sangat lekat dengan Puri Gede Buleleng. Wajah masjid yang diwarnai dengan ukiran Bali adalah wujud akulturasi budaya. Bahkan pintu utama masjid ini adalah hadiah atau pemberian dari Raja Buleleng kala itu. Hingga kini pintu tersebut masih terpasaang kokoh.

Dari masjid Agung Jami Singaraja kemudian menuju Jalan Sawo - Jalan Diponogoro - Masjid Keramat - Jalan Hasanudin - Kampung Lebah - Banjar Bali - Jalan Wibisana - Jalan Gajah Mada - Jalan dr. Sutomo - Jalan Patimura - Jalan Merak - Susur Pantai Kayu Buntil - Jalan Patimura - Gang Masjid Noor - Masjid Agung Jami'.

“Sengaja kami pilih rute itu, agar kami juga mengenal bahwa di Buleleng ini beragam suku hingga agama,” ujar penggagas Kopdar Bike Ngabuburide, Ida Bagus Mahadi, Minggu (9/4) sore.

Usai berkeliling mengenal keberagaman suku dan agama, para pesepeda kembali ke Masjid Agung Jami Singaraja. Tak lama, jam berbuka puasa pun tiba. Menu berbuka puasa kali ini adalah Bubur Kajanan. Bubur Kajanan ini terbuat dari bubur beras yang dicampur dengan berbagai rempah-rempah.

Proses memasak bubur ini menggunakan panci besar. Butuh waktu tiga jam untuk masak bubur kajanan ini. Ratusan porsi bubur kajanan disiapkan untuk umat. Selain menyuguhkan menu khas bubur kajanan, juga disiapkan es buah untuk umat yang datang. Kali ini Bubur Kajanan dibuat sebanyak 1.000 porsi per hari dengan menghabiskan 16 kilogram beras.

“Makanan ini tidak saja untuk menu buka puasa saja. Tapi juga untuk umat yang melaksanakan Tarawih saat malam di masjid. Jadi kami membuat konsumsi ini selama bulan Ramadhan. Jumlahnya setiap hari 1000. Awal puasa kami buat 700 porsi ternyata kurang,” ujar Pengurus Masjid Agung Jami Singaraja, Muhammad Rezza Yunus, Minggu (9/4)

Bubur Kajanan ini punya histori sendiri. Para tetua umat muslim konon selalu membuat menu ini saat berbuka puasa dan memilih tempat di masjid, agar semua orang dapat menikmati tanpa rasa canggung.

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Masjid Agung Jami Singaraja #Berbuka dengan Bubur Kajanan #Bersepeda Sambil Ngabuburit #bulan ramadan #Ngabuburide