BALIEXPRESS.ID – Sudakara ArtSpace mempersembahkan "Bridges of Light," sebuah pameran seni yang menampilkan karya-karya mendalam dan intuitif dari seniman terkemuka Susiawan.
Pameran ini merayakan lebih dari empat dekade eksplorasi kreatif, mencakup keinginan seniman dalam melukis intuitif dan permainan bayangan.
Pameran ini dimulai 27 Desember 2024 – 5 Februari 2025.
Baca Juga: Kisah Mistis di Pura Taman Baginda Gianyar: Khusus Bagi yang Melanggar Pantangan!
Asli dari Solo, Jawa Tengah, Susiawan telah menghabiskan hidupnya untuk memadukan seni dengan pendidikan.
Khususnya dalam mendorong kreativitas pada anak-anak, terutama dari latar belakang kurang mampu.
“Karya-karyanya merupakan manifestasi dari misinya yang menghubungkan seni, budaya, dan lingkungan dengan cara yang intim,” ujar Susan Allen, istri sekaligus pendamping hidupnya selama ini.
Baca Juga: Kisah Mistis di Pura Taman Baginda Gianyar: Khusus Bagi yang Melanggar Pantangan!
Hidup Susiawan, seorang pelukis yang telah bermukim di Bali sejak 2007, berubah drastis pada 2015 setelah mengalami stroke.
Namun, dari keterbatasan itu, ia menemukan jalan baru untuk menyalurkan energi kreatif yang tak pernah padam.
Melukis menjadi medium bagi Susiawan untuk menyelami jiwanya dan mengekspresikan naluri seninya yang mendalam.
Baca Juga: Pemerintah Siap Sambut Libur Tahun Baru 2025: Sistem Transportasi Dipastikan Optimal
“Saat itu, dirinya langsung meminta kanvas dan cat. Sejak momen itu, melukis menjadi caranya memahami diri dan dunia di sekitarnya,” kata Susan.
Susiawan bukan pendatang baru di dunia seni. Sebelum tinggal di Bali, ia sempat menetap di Kanada bersama istrinya.
Pada era 1970-1980-an, ia dikenal sebagai pekerja sosial di bidang pendidikan seni anak.
Baca Juga: Wanita Nonton Drama Korea Tak Senonoh di Area Pura Beri Klarifikasi, Tak Ada Niat Nistakan Agama
Dedikasinya terhadap seni dan pendidikan ini berlanjut hingga kini melalui sanggar seni kontemporer yang ia kelola bersama istrinya di Ubud.
Sanggar tersebut menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak dan remaja untuk menggali kreativitas mereka.
Pada 2020, Susiawan mulai mendalami karya seni yang terinspirasi oleh akar budaya spiritualisme lokal Hindu Jawa dan Bali.
Baca Juga: VIRAL! Aksi Wanita Tonton Drama Korea Tak Senonoh di Area Pura, Tuai Pro dan Kontra Warganet
Susiawan ingin mengeksplorasi lebih dalam tentang spiritualisme lokal yang begitu kaya.
Ini menjadi bagian dari perjalanan seni dan kehidupannya.
Bertumpu pada tradisi spiritual Nusantara, terutama budaya Jawa dan Bali, "Bridges of Light" menggali pemahaman Susiawan tentang "Kanda Pat" — empat saudara spiritual yang membimbing dan melindungi kita sepanjang hidup, dari kelahiran hingga kematian.
Baca Juga: Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster Enggan Remehkan Kekuatan Bali United
Melalui lukisan intuitifnya, Susiawan menyalurkan energi kuat dari konsep kuno ini, menciptakan karya-karya visual yang mencerminkan kedalaman spiritual dan keterhubungan dalam perjalanan eksistensi manusia.
Pameran ini juga menyoroti keterlibatan mendalam Susiawan dengan seni tradisional wayang kulit, yang telah dikenal luas oleh masyarakat dari berbagai budaya dan benua.
Wayang kulit, sebagai bentuk seni yang memadukan cahaya dan bayangan, menyampaikan cerita-cerita yang penuh kebijaksanaan, pengajaran, dan refleksi.
Sebagai seni komunal, wayang kulit mengingatkan khalayak bahwa, meskipun menghadapi kesulitan, cahaya harapan selalu ada, membimbing setiap insan keluar dari kegelapan menuju transformasi.
“Karya Susiawan adalah perayaan atas kekuatan seni yang abadi untuk menyatukan, menyembuhkan, dan menginspirasi,” ucap Susan.
Commercial Director Sudakara ArtSpace, I Wayan Suwastana menyampaikan, pameran ini menjanjikan pengalaman transformatif yang mendorong dialog, kreativitas, dan refleksi, mengundang para pengunjung untuk menemukan cahaya batin mereka sendiri.
“Galeri ini telah menyelenggarakan berbagai pameran, lokakarya, dan acara penting selama bertahun-tahun, memperkuat perannya sebagai pusat inovasi seni,” katanya.
Sudakara ArtSpace juga sejalan dengan komitmen Sudamala Resorts terhadap pelestarian budaya, keberlanjutan, dan keterlibatan komunitas, mendukung seniman lokal serta proyek-proyek budaya.
Terletak di Sanur yang tenang, Sudakara ArtSpace mengundang pengunjung untuk merasakan langsung kehidupan seni Bali yang dinamis, baik melalui pameran, diskusi seni, maupun hanya sekadar menjelajahi galeri.(***)
Editor : Rika Riyanti