BALIEXPRESS.ID - Ni Kadek Ayu Wahyuni Dewi atau yang lebih dikenal sebagai Cening Ayu, adalah salah satu konten kreator asal Bali.
Remaja berparas cantik, bahkan mirip bule ini aktif dibeberapa media sosial (Medsos) miliknya.
Pemilik akun instagram @ceniingayu_ ternyata sangat cinta budaya Bali, bahkan ingin memperkenalkan lebih luas melalui konten yang sering dibagikan.
Baca Juga: Profil Ajik Perak, Teman Seperjuangan Petruk yang Turut Undur Diri dari PKB 2025
Meski berwajah blasteran Cening Ayu ternyata miliki darah asli Bali, dirinya merupakan remaja asal Desa Petak Kaja, Gianyar.
Diusianya yang masih muda yakni baru 19 tahun, Cening Ayu sangat suka berada di depan kamera.
Hal ini membuat dirinya memiliki ide untuk membuat konten.
Baca Juga: Profil Topok, Pelawak Legendaris Siap Mengocok Perut di PKB 2025 Gantikan Petruk
Awalnya dirinya hanya membuat konten untuk kebutuhan lomba.
Namun seiring berjalannya waktu ia memlilih ide untuk membuat konten sendiri.
“Kenapa aku tidak buat konten sendiri ya ? Kenapa aku tidak buat konten keseharian ku bersama ibu, ya ? Dari sana langsung buat deh,” ujarnya, dikutip dari podcast Jun Bintang.
Baca Juga: Drama Gong Lawas Tetap Tampil di PKB 2025, Topok dan Dolir Disebut Pengganti Petruk
Kemudian dirinya mulai fokus membuat konten sendiri, walaupun tanpa bantuan dari tim.
Cening Ayu mengaku, dalam seminggu dirinya membuat tiga video.
Sisa waktunya digunakan untuk proses ide konsep dan editing.
“Yang penting konsisten dulu lah,” ucapnya.
Dari kebiasaannya membuat konten di media sosial, dara cantik ini mendapatkan banyak tawaran kerjasama.
Seperti sempat menjadi model video clip dari penyanyi Bali, Bagus Wirata.
Selain itu ada juga tawaran dari beberapa konten kreator lainnya.
Meski demikian, paras cantik Cening Ayu juga mengundang banyaknya pria-pria nakal yang ingin mengenalnya.
Tapi dirinya tidak menanggapi pesan yang dikirimkan melalui medsos tersebut.
Cening Ayu mengaku, memang sangat menyukai konten budaya.
Meskipun diakui konten budaya lebih sulit trending dibandingkan model seksi berbikini.
“Biasanya (buat konten) parodi-parodi orang Bali. Contohnya orang tua ngasi tau (menasehati) anaknya,” tuturnya.
Kedepannya Cening Ayu akan terus membuat konten tentang budaya Bali.
Ia pun akan mengambil konten tentang kebiasaan sehari-hari.
Sebab selain belajar dirinya mengaku ingin mensosialisasikan makna dari kebiasaan tersebut.
“Kalau Cening sendiri dari sekolah belum tahu, dari sekolah diajarin kitab. Tapi mebanten saiban fungsinya untuk apa, yang kecil-kecil aja sebenarnya kita tidak tahu. Makanya sambil Cening belajar sambil buat konten,” paparnya.
Lebih lanjut remaja Bali ini berpesan, untuk teman seusianya agar terus berkarya, semangat, dan pantang menyerah.
Terlebih melihat UMR Bali yang nilainya masih kecil, bahkan jumlahnya pun bisa tidak mencukupi kebutuhan.
“Remaja Bali yang seumuran Cening, tetap berkarya, jangan pantang menyerah. Anak Gen Z tidak boleh bermental tempe, harus strong. Be your self,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga