Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Kisah Nyata ke Buku, Klissy Myring Tuangkan Pahit Manis Cinta dalam Unfinished Love

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 5 Juli 2026 | 13:40 WIB
Peluncuran buku Unfhinished Love karya Klissy Myring di kawasan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (4/7). (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Peluncuran buku Unfinished Love karya Klissy Myring di kawasan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (4/7). (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Penulis buku pendatang baru, Klissy Myring telah meluncurkan buku perdananya di kawasan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (4/7).

Dalam buku berjudul Unfinished Love ini diangkat dari kisah nyata, berisi kisah hidup sang penulis dengan gamblang tanpa ada yang tertutupi.

Buku ini pun mengisahkan pahit manisnya cinta yang dirasakan, bahkan dirinya pun rela mendampingi suami menjalani masa hukuman di balik penjara.

Baca Juga: Ida Bagus Komang Sindu Putra, Ubah Cara Menikmati Seni Lewat "Sparsa Rupa"

Klissy Myring mengatakan, buku yang ditulisnya tidak hanya menceritakan kisah pribadi, tetapi juga ingin memberikan pesan dan motivasi kepada pembaca agar dapat belajar dari pengalaman hidup seseorang.

Terlebih dalam menjalani hidup, baginya memang ada beberapa konsekuensi yang muncul saat mengambil suatu langkah tertentu.

"Karena dalam kehidupan itu kan ada pahit getirnya itu, kita bisa sampaikan ke orang lain, jadi orang tuh, 'Oh, tidak aku sendiri yang tersakiti.' Jadi ada motivasi-motivasi yang memberikan sebaiknya jangan begini. Jadi ada batasan-batasan hidup mana yang seharusnya, karena takdir itu kadang kita yang menentukan sendiri. Kita yang dari awalnya itu yang kita, takdir ini kita, ini sih, yang kita ciptakan loh. Kalau kita mau dari awal tidak begini, takdir akan berubah. Tapi ketika kita sudah memilih ini, ya udah kamu harus menjalaninya dengan ikhlas," ujar Klissy.

Baca Juga: Belajar Budaya dan Agama, 17 Mahasiswa UHN Sugriwa Jalani KKN di Desa Sayan

Dalam buku tersebut, Klissy juga mengisahkan pengalaman pribadinya saat mendampingi sang suami yang menjalani masa hukuman.

Menurutnya, pengalaman itu menjadi bagian yang membekas dan menjadi salah satu alasan dirinya terdorong untuk menulis kisah tersebut.

"Karena menemani suami ya, dia nggak mau aku ada di tempat lain, dia mau meluangkan waktu selalu bersamaku. Karena kita habis berpisah, terus kita kembali ada kejadian ini. Jadi dia itu nggak mau momen-momen yang eh terlewatkan itu terlewatkan lagi setelah dia dipenjara," ungkapnya.

Baca Juga: Gandeng Berbagai Instansi, Kejati Bali Gelar Bazaar Pelayanan Publik 2026 Secara Terpadu di Pantai Kuta

Pengalaman tersebut membuatnya merasakan secara langsung suasana kehidupan di balik jeruji besi meski dirinya bukan seorang narapidana.

"Tidur di dalam penjara itu yang bagaimana tidur di sana, dengan membawa tikar, kayak gitu. Jadi saya merasakan bagaimana, eh saya tidak pernah dipenjara ya, tapi saya bisa merasakan orang dipenjara itu seperti apa. Gitu," katanya.

Klissy menuturkan, berbagai pengalaman hidup yang penuh perjuangan dan penderitaan justru menjadi dasar lahirnya buku tersebut.

Menurutnya, banyak keputusan dalam hidup berawal dari pilihan yang diambil seseorang.

Baginya, cinta yang dijalaninya tetap bertahan meskipun berbagai ujian datang silih berganti.

Klissy juga menjelaskan alasan di balik pemilihan judul Unfinished Love.

Menurutnya, judul tersebut menggambarkan perjalanan cinta yang menurutnya tidak pernah benar-benar berakhir.

"Unfinished, karena memang cinta kita itu walaupun kita terpisah, cinta itu masih ada. Kita itu nggak bisa, berusaha berulang kali saya mencoba untuk dengan orang lain, tapi nggak bisa. Itu kenapa Unfinished Love, karena nggak pernah sampai," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#unfinished love #buku #kisah nyata