Kegiatan yang dilakukan di Jayasabha, Denpasar ini dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan internasional Gubernur Bali dengan Global Director, Infrastructure Finance, PPPs & Guarantees Global Practice, World Bank, Imad N. Fakhoury, pada Rabu (Buda Kliwon, Matal), 15 Maret 2023 di Gedung World Bank Group, Washington, D.C. Amerika Serikat (AS).
Kehadiran Kepala Perwakilan Indonesia dan Timor – Leste, World Bank Group, Satu Kahkonen didampingi Operations Manager Indonesia dan Timor – Leste, Bolormaa Amgaabazar ke Jayasabha, Denpasar, menjadi simbol bahwa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster memiliki magnet yang kuat. Khususnya dengan lembaga internasional sekelas Bank Dunia di dalam mempercepat pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali khususnya di bidang Sistem Pertanian Organik, Bali Mandiri Energi Bersih, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, Wakil Ketua Tim Percepatan Kereta Api Bali, Michael F. Umbas, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara (JBM), I Ketut Widiana Karya, dan Kelompok Ahli Gubernur Bali.
Kepala Perwakilan Indonesia dan Timor – Leste, World Bank Group, Satu Kahkonen menyatakan kedatangannya ke Jayasabha bertujuan untuk mengetahui lebih detail terkait bantuan yang diinginkan Pemerintah Provinsi Bali kepada Bank Dunia. Mulai dari soal Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Program MassTransit.
Kemudian, tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, sektor Pertanian melalui Sistem Pertanian Organik, dan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih melalui penerapan Energi Baru Terbarukan.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan ada beberapa program prioritas yang dirancang di Pemerintah Provinsi Bali berkaitan dengan infrastruktur dan transportasi ramah lingkungan. Sejalan dengan kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), sehingga terwujudnya transportasi yang ramah lingkungan.
Ada juga program yang sedang dirancang, yakni Kereta Api LRT. Dari program tersebut, ada pula program yang belum terakomodir adalah Jalan Lingkar Bali atau Kereta Lingkar Bali, Pelabuhan dan Dermaga untuk mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Bali.
“Itu yang menjadi prioritas dan saya berharap kepada Bank Dunia bisa mensupport program ini, seperti halnya Jalan By Pass dari Gianyar ke Kusamba, Klungkung mendapat bantuan hibah dari Australia. Jadi, program yang sangat – sangat prioritas tersebut ingin saya lanjutkan menjadi program infrastruktur keliling Bali,” kata Gubernur Koster.
Kalau transportasi yang mengkoneksikan semua Kabupaten/Kota di Bali ini tersedia, lanjutnya, maka orang yang bekerja di Denpasar – Badung tidak perlu lagi tinggal di Badung atau Denpasar. Mereka pasti tinggalnya di wilayah masing – masing, karena mereka mempunyai kewajiban sosial di keluarga dan di desa adat-nya masing – masing.
Hal ini kemudian akan membantu mengurangi Migrasi Penduduk ke Denpasar – Badung dan pemerataan pembangunan di Bali akan terwujud, serta kepadatan penduduk juga akan berkurang di wilayah Denpasar - Badung. “Jadi, yang kami perlukan sebenarnya adalah transportasi yang mengkoneksi semua Kabupaten/Kota di Bali,” jelas Gubernur Wayan Koster.
Kepala Perwakilan Indonesia dan Timor – Leste World Bank Group, Satu Kahkonen menjawab pernyataan Gubernur Bali, dengan menyampaikan bahwa untuk program Kereta Api LRT sedang diproses dan menunggu fase 2 dari hasil feasibility study. Jadi, program Kereta Api LRT ini sejatinya sudah dilaksanakan oleh World Bank Group di beberapa kota lain.
Dikatakannya, apabila nanti setelah feasibility study menunjukkan hasil yang memungkinkan dan cocok dengan skema yang dimiliki oleh Wolrd Bank Group, kemungkinan Bank Dunia bisa mensupport Bali.
“Jadi, Bank Dunia berkomitmen mendukung program MassTransit untuk mendukung Bapak Gubernur Bali wujudkan Bali Net Zero Emissions (NZE). Karena saya baru mengerti, kenapa Bapak Gubernur ingin melakukan pemerataan pembangunan di Bali. Karena transportasi ini akan membantu mengurangi kepadatan transportasi di Denpasar. Untuk itu, sekali lagi Bank Dunia akan siap membantu Pemerintah Provinsi Bali,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya