Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragedi Akibat Gempa Dahsyat di Maroko, 296 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

I Putu Suyatra • Sabtu, 9 September 2023 | 18:28 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa

BALI EXPRESS - Gempa bumi dahsyat yang melanda Pegunungan Tinggi Atlas di Maroko pada Jumat malam, 8 September, mengakibatkan kematian sedikitnya 296 orang. Gempa ini juga merusak bangunan-bangunan penduduk dan memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa jumlah korban tewas ini bersifat sementara, sementara korban luka-luka telah mencapai 153 orang. Sebagian besar korban tewas berasal dari daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

Dilansir dari Reuters, warga kota Marrakesh, kota terbesar yang berdekatan dengan pusat gempa, melaporkan bahwa bangunan-bangunan di kota tua yang merupakan Warisan Dunia UNESCO juga runtuh. Televisi lokal menunjukkan menara masjid yang roboh dan puing-puing menimpa mobil.

Otoritas setempat mengatakan gempa tersebut terjadi di provinsi Al Haouz, Ouarzazate, Marrakesh, Azilal, Chichaou, dan Taroundant.

Montasir Itri, warga desa pegunungan Asni dekat pusat gempa, mengatakan bahwa sebagian besar rumah di sana hancur.

"Tetangga kami berada di bawah reruntuhan, dan orang-orang bekerja keras untuk menyelamatkan mereka dengan menggunakan alat yang tersedia di desa," ungkap Montasir Itri.

Di Marrakesh, beberapa rumah di kota tua yang padat penduduk juga runtuh, dan warga membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dengan tangan, menunggu bantuan alat berat.

Sementara itu, warga Rabat dan kota pesisir Imsouane meninggalkan rumah mereka karena takut terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter ini merupakan gempa paling mematikan di Maroko sejak gempa tahun 2004 yang terjadi dekat Al Hoceima di pegunungan Rif Utara dan menewaskan lebih dari 600 orang.

 

Editor : I Putu Suyatra
#gempa #maroko