Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terungkap! Hubungan Antara Konsumsi Daging Merah dengan Risiko Penyakit Asam Urat

I Putu Suyatra • Senin, 11 Maret 2024 | 13:54 WIB
daging merah
daging merah

BALI EXPRESS - Apakah kamu pernah merasakan nyeri tiba-tiba pada sendi jempol, lutut, atau pergelangan kaki yang berlangsung beberapa hari?

Jangan abaikan! Ini bisa menjadi tanda awal penyakit yang serius - asam urat.

Penyakit asam urat, yang dipicu oleh kadar asam urat yang tinggi dalam darah, dapat menjadi mimpi buruk bagi kesehatan sendi.

Ternyata, penyebabnya dapat berasal dari kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan dan minum.

Dilansir dari Mayo Clinic, asam urat merupakan hasil dari produksi purin dalam tubuh.

Makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, dapat memicu peningkatan asam urat.

Ketika tubuh kesulitan mengeluarkan kelebihan asam urat, kristal tajam dapat terbentuk di sendi, menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan.

Tidak hanya daging merah, makanan laut juga menjadi faktor risiko.

Ikan teri, kerang, sarden, dan tuna adalah beberapa contoh makanan laut yang tinggi purin.

Bahkan, beberapa sayuran seperti asparagus dan bayam juga harus diperhatikan.

Menghindari makanan yang dapat memicu asam urat adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan sendi.

Selain itu, batasi konsumsi minuman beralkohol dan gula buatan, yang juga dapat meningkatkan risiko asam urat.

Jadi, waspadalah terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Mulai sekarang, atur pola makanmu dengan bijak dan hindari makanan yang dapat mengganggu keseimbangan asam urat dalam tubuh. Sebuah langkah kecil untuk menjaga kesehatan sendi yang berharga. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pola makan #nyeri #asam urat #lutut #daging merah #sendi