BALIEXPRESS.ID- Sampai saat ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan masih menjadi perhatian serius.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) Mingguan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan, tren kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan sejak beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Beasiswa Afirmasi dan Kolaborasi Strategis Percepat Kemajuan Pendidikan Papua
“Dalam tujuh tahun terakhir, kasus DBD di Tabanan cenderung naik turun. Bahkan pada tahun 2024 sempat mencapai 1.569 kasus, sebelum menurun menjadi 664 kasus di tahun 2025,” jelasnya Senin (13/4/2026).
Terkait kasus DBD di Kabupaten Tabanan tahun ini, Dinkes mencatat ada sebanyak 44 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan di Tabanan.
Kecamatan Kerambitan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 9 kasus, disusul Selemadeg 7 kasus, serta Tabanan dan Kediri masing-masing 6 kasus.
Baca Juga: Program Bedah Rumah Diperluas, Jangkau Lebih Banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa potensi penularan DBD masih ada dan membutuhkan upaya pencegahan yang konsisten dari seluruh lapisan masyarakat.
Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur dan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca Juga: Sinergi Holding Ultra Mikro BRI Semakin Solid, Tegaskan Komitmen pada Ekonomi Kerakyatan
Untuk itu, Surya Andi menyebutkan langkah paling efektif dalam mencegah DBD adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M Plus.
“Masyarakat diharapkan rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ditambah dengan penggunaan pelindung diri dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Melalui Gertak PSN Mingguan, masyarakat juga didorong untuk melakukan pemeriksaan jentik nyamuk minimal sekali dalam seminggu serta berperan aktif sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
“Melalui Gertak PSN Mingguan, kami berharap masyarakat semakin sadar dan terlibat aktif dalam pencegahan DBD. Lingkungan bersih, masyarakat sehat, Tabanan bebas DBD,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan