BALIEXPRESS.ID- Pemkab Tabanan terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui rakor percepatan penurunan stunting yang diselenggarakan Bappeda Kabupaten Tabanan.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tabanan.
“Dengan semangat gotong royong dan kerja yang terintegrasi, kita optimistis mampu melahirkan generasi Tabanan yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai pondasi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani," ujar Sanjaya.
Baca Juga: Sempat Dinonaktifkan, 6.786 Warga Tabanan Kini Kembali Terima PBI JK
Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan program lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
Diungkapkannya, melalui rakor tersebut, pihaknya memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah dengan memperkuat pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
“Sinergi seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, perguruan tinggi, TP PKK, dunia usaha hingga media menjadi faktor penting agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran, terutama pada desa-desa yang telah ditetapkan sebagai lokus prioritas," ungkapnya.
Baca Juga: Deretan Kios Loka Crana Tutup sejak 2023, Ketua DPRD Bangli Desak Segera Dimanfaatkan
Saat ini disebutkannya, Pemkab Tabanan telah menetapkan 18 desa lokus prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2026.
Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, Selemadeg Timur, Kerambitan, Penebel, dan Pupuan.
Baca Juga: Rutan Bangli Panen Sawi Hijau, Hasilnya Penuhi Dapur dan Dijual kepada Pedagang
Seluruh perangkat daerah diarahkan mengoptimalkan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif berdasarkan hasil analisis situasi sehingga penanganan di desa-desa tersebut berjalan lebih terarah.
Berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2025 dengan tingkat kelengkapan pengukuran (entry D/S) mencapai 98,9 persen, prevalensi stunting Kabupaten Tabanan tercatat 2,7 persen dari 20.994 balita yang telah diukur.
“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan intervensi secara terpadu di Kabupaten Tabanan,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan