BALIEXPRESS.ID– Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7) menyisakan tanda tanya besar.
Muncul dugaan bahwa jumlah korban dalam insiden ini lebih banyak dari yang tercantum dalam manifest resmi, yakni 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Desa Blahkiuh, Jalan Menuju Kolam Tirta Arum Tertutup Material
Kekhawatiran ini muncul setelah sejumlah keluarga korban mendatangi ruang tunggu Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, dan mengaku tidak menemukan nama anggota keluarganya dalam daftar manifest.
Salah satunya adalah Ryan, warga Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi. Ia mengaku mencari saudarinya, Robiatul Robaniah, yang diketahui hendak menyeberang ke Bali namun hingga kini belum ditemukan.
“Saya mencari saudara, panggilannya Robiah. Kata anaknya, dia memang mau ke Bali, tetapi belum ketemu. Sejak ada kabar kapal tenggelam, tidak bisa dihubungi,” ujar Ryan, dikutip dari Radar Banyuwangi, Jumat (4/7).
Baca Juga: Kepergian Niluh Surya Adnyani, Sosok Ramah dan Berdedikasi di Puskesmas Karangasem II
Hal serupa diungkapkan Yatini, warga Desa Yosomulyo, Banyuwangi. Ia menyatakan bahwa suaminya, Fauzey bin Awang, tidak tercatat dalam manifest, padahal mobil travel yang ditumpanginya—berpelat nomor DK 7994—tercatat sebagai bagian dari muatan KMP Tunu Pratama Jaya.
“Suami saya WNA asal Malaysia. Dia berangkat dari rumah pukul 21.00 WITA untuk kembali ke Malaysia lewat Bandara Ngurah Rai. Tapi sejak malam itu saya tidak bisa menghubunginya,” kata Yatini dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi hal ini, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi, Yannes Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya masih berpegang pada data resmi yang tercatat.
“Manifest saat ini mencatat ada 53 penumpang dan 22 unit kendaraan. Itu yang bisa kami informasikan untuk saat ini. Soal tambahan penumpang yang tidak terdaftar, masih akan kami telusuri,” jelas Yannes.
Baca Juga: Media Sosial Bali Dibanjiri Ungkapan Duka; Sosok Bidan Niluh Surya Adnyani di Mata Kerabat
Namun saat ditanya lebih lanjut apakah memungkinkan jumlah penumpang sebenarnya melebihi data manifest, Yannes tidak memberikan jawaban pasti.
Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya bersama tim SAR gabungan akan mengupayakan pencarian maksimal terhadap seluruh penumpang.
KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali).
Sinyal darurat sempat dikirimkan oleh kapal pada pukul 00.16 WITA, dan pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout dan kehilangan kendali.
Baca Juga: Jembrana Lumpuh Diterjang Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Mengungsi!
Upaya pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung.
Basarnas bersama TNI-Polri dan relawan saat ini fokus menyisir perairan lokasi tenggelamnya kapal, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan jumlah korban yang belum sepenuhnya terdata.
Editor : Wiwin Meliana