Percepat Pemulihan Sumatera, Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Huntara dan Huntap
I Putu Suyatra• Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:26 WIB
Prabowo Subianto
BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Fokus utama instruksi Presiden adalah percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini diambil agar para pengungsi dapat segera kembali menjalani kehidupan yang layak dan aman di tempat tinggal yang baru.
Presiden Tegaskan Penggunaan Lahan Negara untuk Korban Bencana
Dalam arahannya kepada jajaran menteri, Presiden Prabowo menekankan bahwa birokrasi tidak boleh menghambat penyediaan tempat tinggal bagi korban bencana. Ia menginstruksikan pemanfaatan lahan milik negara secara maksimal untuk kepentingan kemanusiaan.
“Semua unsur harus bekerja sama. Jangan ada alasan sulit mencari lahan. Gunakan lahan milik negara yang tersedia,” tegas Presiden Prabowo.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kehadiran negara secara nyata bagi masyarakat terdampak. Pembangunan hunian bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memulihkan martabat dan rasa aman warga.
Target Pembangunan Huntara di Sumatera Selesai Cepat
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus agar proses pembangunan tidak berlarut-larut. Target utamanya adalah penyelesaian infrastruktur dasar bagi pengungsi dalam waktu sesingkat mungkin.
“Presiden ingin pembangunan Huntara dan Huntap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatera segera selesai,” ujar Teddy.
Sinergi Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Menko PMK, Pratikno, menambahkan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan nasional dalam menangani krisis ini. Strategi yang dijalankan mencakup:
Tanggap Darurat: Penanganan logistik dan kesehatan yang terus berjalan.
Solusi Jangka Menengah: Penyiapan Huntara yang layak huni.
Solusi Jangka Panjang: Relokasi ke Huntap di lokasi yang aman dari risiko bencana.
Pemerintah memastikan pemilihan lokasi hunian tetap akan mempertimbangkan aspek keamanan, kedekatan dengan kampung asal, serta akses terhadap mata pencaharian warga. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Sumatera dapat segera terwujud.