BALIEXPRESS.ID – Pemerintah memperkuat komitmen menjaga kesejahteraan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan menyiapkan bantuan pangan beras dan minyak goreng bagi jutaan keluarga di seluruh Indonesia. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya beli, menekan gejolak harga, sekaligus menggenjot konsumsi domestik pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan stimulus dari sisi permintaan (demand side) yang berdampak langsung ke masyarakat. Pemerintah akan menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per keluarga setiap bulan selama dua bulan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang. Bantuan pangan ini kami siapkan untuk memperluas daya beli sekaligus memperkuat konsumsi domestik,” ujar Airlangga.
Program bantuan pangan ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada pada desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)—kelompok sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Dengan alokasi anggaran Rp11,92 triliun, pemerintah memastikan penyaluran berjalan terencana, terukur, dan tepat sasaran.
“Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan akan mulai disalurkan pada bulan Ramadan. Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah Airlangga.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu. “Kolaborasi menjadi kunci agar bantuan ini tersalurkan secara optimal,” tegasnya.
Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026
Selain bantuan pangan, pemerintah meluncurkan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi mudik Lebaran 2026 dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN. Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi daerah.
-
Kereta api: PT Kereta Api Indonesia memberikan diskon 30% pada periode 14–29 Maret 2026 dengan target ±1,2 juta penumpang.
-
Angkutan laut: PT Pelni memberlakukan diskon 30% dari tarif dasar pada periode 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang.
Pemerintah optimistis rangkaian stimulus ini akan memperkuat perputaran ekonomi nasional selama Ramadan dan Idulfitri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaran menjadi penggerak utama konsumsi dan mobilitas, sehingga kebijakan yang responsif dan terarah diyakini mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : I Putu Suyatra