JAKARTA, BALI EXPRESS - Sebuah insiden tragis terjadi di sebuah toko bingkai di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Kamis malam (18/4), menyebabkan kebakaran yang menelan korban jiwa dan melukai beberapa orang.
Kejadian ini bermula ketika Maksud Suwandi, seorang pekerja di toko tersebut, melakukan tindakan pencegahan terhadap rayap dengan menggunakan cairan bensin di area basemen tempatnya bekerja.
Menurut Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Kanitero, api diduga bermula dari percikan yang terjadi saat salah satu karyawan, Ohim, sedang melakukan pemotongan kayu. Api kemudian menjalar ke kompresor dan menyebabkan ledakan.
"Setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi di toko, dugaan penyebab kebakaran adalah akibat uap bensin yang disiram oleh Suwandi dan percikan api dari mesin pemotong yang digunakan oleh Ohim," jelasnya.
Dampak tragis dari kebakaran ini adalah tujuh orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Pihak berwenang berhasil mengevakuasi tujuh korban tewas pada pagi hari kemarin setelah proses pendinginan selama empat jam sejak kejadian.
Para korban yang meninggal termasuk dua anak-anak, satu remaja, dan empat dewasa.
Sedangkan korban yang luka-luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Brigjen Hariyanto, Kepala RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa kondisi korban yang meninggal mencapai tingkat luka bakar yang sangat parah, mencapai 90 persen.
Beberapa di antaranya adalah luka bakar tingkat empat, yang merupakan tingkat luka bakar paling berat.
Identifikasi korban sedang dilakukan menggunakan metode identifikasi korban bencana (DVI) di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati. ***