Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JARANG DIKETAHUI, Ternyata Goa Gajah, Warisan Budaya Hindu Yang Memiliki Corak Buddha

Dian Suryantini • Jumat, 9 Agustus 2024 | 20:26 WIB
Goa Gajah merupakan warisan budaya Hindu yang bercorak Buddhis
Goa Gajah merupakan warisan budaya Hindu yang bercorak Buddhis

BALIEXPRESS.ID - Goa Gajah, sebuah situs cagar budaya yang terletak di Desa Bedulu, Gianyar, Bali, terus menarik perhatian para wisatawan dan peneliti sejarah.

Berjarak hanya 15 menit dari Ubud, Goa Gajah merupakan salah satu destinasi bersejarah yang memperlihatkan kekayaan budaya dan spiritual Pulau Dewata.

Kompleks Goa Gajah dibagi menjadi dua bagian yang menggambarkan harmoni antara dua agama besar di masa lalu.

Sisi utara situs ini menunjukkan tanda-tanda aliran Siwa, yang merupakan salah satu dari tiga dewa utama dalam agama Hindu.

Di sisi lain, sisi selatan Goa Gajah memiliki corak Buddhis, memperlihatkan jejak kehadiran agama Buddha di kawasan ini. 

Kehadiran kedua elemen tersebut di satu lokasi menjadikan Goa Gajah sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama pada zaman dahulu.

Situs ini bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga merupakan saksi bisu dari harmoni yang pernah terjalin antara penganut Hindu dan Buddha.

Goa Gajah telah menjadi salah satu warisan budaya penting yang dilestarikan dan dihormati oleh masyarakat Bali.

Bagi para pengunjung, Goa Gajah menawarkan pengalaman spiritual dan sejarah yang mendalam, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antar agama di masa kini.

Di masa silam, saat era raja-raja Bali dari Dinasti atau Wangsya Warmadewa. 

Pendiri Wangsa atau Dinasti Warmadewa adalah Sri Kesari Warmadewa, menurut riwayat lisan turun-temurun, yang berkuasa sejak abad ke-10.

Namanya disebut dalam Prasasti Blanjong di Sanur, menjadikannya sebagai raja Bali pertama yang disebut dalam catatan tertulis.

Menurut prasasti ini, Sri Kesari adalah penganut Buddha Mahayana yang ditugaskan dari Jawa untuk memerintah Bali.

Situs Gua Gajah merupakan tempat suci yang menjadi pusat kegiatan agama Hindu dan Buddha pada masa pemerintahan Dinasti Warmadewa dari abad ke-10 hingga ke-14 Masehi (selama 400 tahun).

Saat ini, status situs Gua Gajah merupakan living monument yang berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan (Pura), dan masyarakat menyebutnya sebagai Pura Gua.

Raja-raja dari Dinasti Warmadewa selanjutnya, seperti Udayana, ini pada kemudian hari banyak menganut ajaran Hindu dan Buddha. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #Goa Gajah #buddha #hindu #bedulu