BALIEXPRESS.ID – Sejumlah akun media sosial (medsos) mengunggah kembali sebuah video seorang pengunjung di Dermaga Kedisan, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Dalam rekaman itu, pengunjung yang dari suaranya seorang perempuan mengaku kecewa dengan cara oknum pedagang asongan menawarkan dagangan yang dinilai memaksa. Tidak dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi.
Dalam narasinya, pengunjung tersebut menjelaskan bahwa awalnya ia hanya ingin menikmati pemandangan di Dermaga Kedisan sebentar sambil mencari toilet.
Baca Juga: Kontingen Badung Siap Sapu Bersih Emas PORJAR Bali 2026
Begitu turun dari mobil langsung ditawari gelang oleh seorang pedagang. Sejak awal ia sudah menegaskan tidak berbelanja. “Satu mobil satu belanja,” demikian suara pedagang dalam rekaman.
Pengunjung itu kemudian menuju toilet. Pedagang menunggunya di luar. Setelah keluar, ia akhirnya membeli satu gelang seharga Rp25 ribu.
Ia tidak langsung membayar karena uangnya ada di mobil. “Ibu gelang nyeletuk, abis beli gelang, beli kacang ya,” tulisnya dalam caption video.
Baca Juga: SDN 5 Batur Dipastikan Tetap Terima Siswa Baru di Tengah Rencana Regrouping
Pedagang kacang pun mengikuti pengunjung itu sampai ke mobil. Pengunjung membayar gelang dengan pecahan Rp50 ribu.
Ia mengaku hanya mendapat kembalian Rp20 ribu, sedangkan sisa Rp5 ribu diminta pedagang untuk menambah satu gelang lagi.
Baca Juga: Edukasi Safety Riding di Smanduta, Astra Motor Bali Ingatkan Bahaya Blind Spot
Pada saat bersamaan, pedagang kacang dalam narasi video digambarkan menawarkan dagangan dengan nada memaksa, membujuk agar kacangnya dibeli.
Pengunjung akhirnya membeli satu bungkus seharga Rp10 ribu, namun pedagang memasukkan tiga bungkus dan mematok harga Rp20 ribu.
Usai mengalami perlakuan tersebut, pengunjung memutuskan membatalkan niatnya untuk menikmati pemandangan di Dermaga Kedisan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli I Wayan Dirga Yusa mengaku belum melihat video tersebut.
Ia mengakui akan melakukan penelusuran hingga terungkap fakta di lapangan.
“Kami identifikasi kejadian aslinya seperti apa, dari mana pedagangnya,” jelas Dirga pada Jumat (29/5/2026).
Terlepas dari kejadian itu, Dirga menegaskan bahwa sudah memiliki rencana melakukan penataan pedagang asongan di sejumlah DTW yang dikelola pemerintah.
Salah satunya menyangkut soal etika pedagang agar dalam menjajakan barang memperhatikan privasi pengunjung. Hanya saja, pedagang di Dermaga Kedisan tidak masuk dalam rencana itu.
Seperti diketahui, Dermaga Kedisan yang melayani penyeberangan ke Desa Terunyan ini memang memliki daya tarik setelah dilakukan revitalisasi oleh pemerintah pusat.
Mereka yang datang tidak sekadar dengan tujuan menyeberang ke Terunyan, namun menikmati keindahan alam dengan pemandangan utama Danau Batur dan Gunung Batur. (*)
Editor : I Made Mertawan