BALIEXPRESS.ID- Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung menyiapkan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Nusa Penida.
Pada 2026, delapan Sekolah Dasar (SD) di Nusa Penida akan digabung atau regrouping.
Penggabungan delapan sekolah ini dilakukan setelah ditemukan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Sejumlah ruang belajar yang sangat berlebihan di satu sisi, namun kekurangan guru dan kepala sekolah di sisi lain.
Kepala Disdikpora Klungkung, I Ketut Sujana, mengungkapkan, dari 53 SD di Nusa Penida dengan total 325 ruang belajar, idealnya hanya dibutuhkan 178 ruang belajar untuk menampung 4.988 siswa. "Ini berarti ada kelebihan sebanyak 147 ruang belajar," ungkap Sujana.
Kekurangan tenaga pendidik juga menjadi persoalan serius. Secara total, Klungkung kekurangan 307 guru dan 24 kepala sekolah.
Regrouping dinilai sebagai solusi untuk menata distribusi guru dan kepala sekolah agar lebih efisien.
Adapun SD di Nusa Penida yang akan digabung mulai 2026 adalah SDN 2 Tanglad ke SDN 1 Tanglad, SDN 2 Sekartaji ke SDN 1 Sekartaji, SDN 6 Ped ke SDN 2 Ped dan SDN 3 Kutampi ke SDN 5 Kutampi
Sujana menegaskan, sekolah-sekolah yang tergabung memiliki jumlah siswa yang sangat minim, misalnya SDN 2 Tanglad hanya 18 siswa, SDN 2 Sekartaji 23 siswa, SDN 6 Ped 28 siswa, dan SDN 3 Kutampi 33 siswa.
Selain untuk efisiensi ruang dan tenaga pengajar, regrouping juga penting untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan sekolah. Sekolah dengan siswa sedikit berisiko mengalami kesulitan operasional karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dihitung berdasarkan jumlah siswa.
Dengan regrouping, diharapkan sekolah bisa beroperasi lebih efektif, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, sehingga pendidikan di Nusa Penida lebih berkelanjutan. (*)
Editor : I Made Mertawan