BALIEXPRESS.ID- Pohon pule, Alstonia scholaris, dengan diameter 1,5 meter dan tinggi lebih dari 40 meter tumbang di area Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (20/1/2026).
Kawil Banjar Kebon, I Wayan Listiya Mahayana, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin petang lalu.
Pohon pule yang tumbang ini, menimpa palinggih Pura Beji yang ada di sebelah utara setra.
“Akibatnya palinggih beji roboh, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, karena lokasi pohon pule ada di kawasan kuburan desa dan saat roboh sedang turun hujan, sehingga tidak ada warga yang beraktivitas di sekitarnya,” jelasnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerusakan pada bangunan suci diperkirakan memicu kerugian materiil hingga Rp10 juta lebih. Palinggih yang tertimpa pohon hancur total.
Listiya Mahayana menyebutkan adapun penyebab dari tumbangnya pohon pule ini karena cuaca buruk dan kondisi akar pohon yang sudah tua, sehingga disebutkannya tidak bisa menahan berat masa pohon.
Untuk proses penanganan pohon tumbang ini, Listiya Mahayana menyatakan pihaknya bersama dengan personel dari polsek Selemadeg bersinergi dengan Perbekel dan warga masyarakat melakukan proses penanganan.
Sementara itu, Kapolsek Selemadeg AKP I Putu Eka Rai Putra, menjelaskan proses penanganan pohon tumbang dilakukan dengan mengerahkan dua unit mesin sensor untuk memotong pohon menjadi bagian yang lebih kecil untuk selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan sampah sehingga akses dan area suci kembali rapi.
“Saat ini material pohon sudah bersih dan akses jalan sudah kembali bisa dilewati oleh warga masyarakat, namun kami menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang mengingat intensitas hujan dan angin kencang yang masih tinggi di wilayah Selemadeg,” ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan