BALI EXPRESS, TEJAKULA - Para pengungsi erupsi Gunung Agung di Buleleng kembali digelontor bantuan. Kali ini bantuan datang Dirjen Bimas Hindu, yang disalurkan melalui STKIP Agama Hindu Singaraja. Bantuan berupa permakanan dan peralatan memasak diserahkan di posko Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Jumat sore (15/12).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. Ketut Widnya, MA.M.Phil, Ph.D kepada Koordinator Bidang Logistik Gede Komang. Kegiatan penyerahan tersebut juga dihadiri oleh Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja bersama staf pimpinan, dosen dan puluhan mahasiswa.
Menurut Prof. Ketut Widnya, selama ini pihaknya kesulitan menyisihkan dana untuk membantu pengungsi dari anggaran Dirjen Bimas Hindu. Pasalnya kegiatan ini bersifat insidental dan tak dianggarkan sebelumnya. Namun, setelah melakukan kajian akhirnya disepakati melakukan penyisiran terhadap anggaran, sehingga diperoleh dana sebesar Rp 350 juta.
“Kita di Dirjen tidak mempunyai anggaran. Kemudian, karena Gunung Agung meletus, kita menyiasati. Apalagi mayoritas umat Hindu di Bali. Kami akhirnya berusaha menyisir anggaran di tahun 2017, karena kan sebelumnya belum terprogramkan. Akhirnya diperoleh dana dari hasil penyisiran sebesar 350 juta,” ujar Prof. Ketut Widnya.
Dana ini, sambung Prof. Ketut Widnya kemudian dibagikan kepada perguruan tinggi Agama Hindu baik negeri maupun swasta. Sebanyak 5 perguruan tinggi Hindu di Bali seperti UNHI Denpasar, IHDN, STKIP Amlapura, STKIP AH Singaraja dan STAHN Mpu Kuturan Singaraja diberikan bantuan agar disalurkan kepada pengungsi. Acara tersebut kemudian dikemas melalui Pengabdian pada Masyarakat.
“Kami langsung memberikan lima kampus itu dana untuk disalurkan di berbagai titik pengungsian. Dana itu merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh kampus tersebut. Salah satunya di Tejakula, di mana penyerahannya dilakukan oleh Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja,” imbuhnya.
Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja, Dr. I Wayan Gara, M.Hum mengungkapkan, bantuan yang diberikan saat ini berupa permakanan dan peralatan memasak. Di antaranya beras sebanyak 5 ton, susu bubuk sebanyak 136 kotak, kompor sebanyak 70 unit.
“Kami turut merasakan kondisi yang dialami para pengungsi Gunung Agung. Mohon jangan dilihat dari sisi jumlahnya, tapi setidaknya turut meringankan beban para pengungsi selama ini. Dan kami berharap agar Gunung Agung kembali normal seperti sediakala,” ujar Dr Wayan Gara.
Selain memberikan bantuan berupa permakanan, Dr. Wayan Gara menyebut jika bantuan yang diberikan juga dalam bentuk hiburan. Sperti hiburan tradisonal berupa bebondresan dan musik akustik.“Selain membantu dalam bentuk barang, para pengungsi juga kami hibur melalui hiburan bondres. Sehingga jika ditotal dana yang diserahkan dalam bentuk barang dan hiburan mencapai Rp 100 Juta,” imbuhnya.
Sementara itu Gede Komang yang juga Kordinator Logistik pengungsi mengapresiasi bantuan Dirjen Bimas Hindu bersama STKIP AH Singaraja. Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban para pengungsi yang ditampung di Buleleng.
“Ini adalah wujud nyata pengabdian masyarakat dari Dirjen Bimas Hindu dan STKIP AH Sinagaraja. Kami pastikan bantuan ini akan segera terdistribusi ke masing-masing pengungsi sesuai perosedur yang berlaku,” singkatnya.
Editor : I Putu Suyatra