BALI EXPRESS, MANGUPURA - Pemkab Badung terus mengembangkan pendidikan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bernuansa Hindu. Pasca enam PAUD bernuansa Hindu terbentuk pada 2016 dan enam lagi pada 2017, tahun 2018 ini kembali direncanakan pengembangan enam PAUD.
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika, Rabu kemarin (7/2), 12 PAUD bernuansa Hindu yang sudah ada bertempat masing-masing dua di tiap kecamatan. Dengan adanya tambahan enam TK pada tahun ini, maka akan ada tiga TK bernuansa Hindu di masing-masing kecamatan. “Di masing-masing kecamatan ada dua. Sedang kami evaluasi, maunya sih ada lagi. Mau ada tambahan lagi. Mudah-mudahan ini bisa bagus,” ujarnya.
Widia Astika mengklaim, selama ini antusiame masyarakat terhadap keberadaan TK bernuansa Hindu cukup bagus. Jika tidak ada halangan, maka tahun ini akan ditambahkan enam TK lagi. “Mereka menyambut bagus. Kalau sudah bagus, rencana tahun ini kami tambah lagi. Ada enam tahun ini, jadi masing-masing kecamatan ada satu,” jelasnya.
Mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu pun tak ingin “kesusu.” Ia menegaskan, pembentukan TK yang berbasis agama Hindu, seni, dan budaya itu harus dilaksanakan secara bertahap, sehingga kualitasnya tetap baik. “Jangan banyak-banyak dulu, biar yang ada kita bina dengan baik dulu. Intinya masyarakat merasakan manfaatnya, karena PAUD Hindu itu kan berbasis budaya dan agama, termasuk budi pekerti,” tegasnya.
Mengenai tenaga pengajar, Widia Astika mengatakan akan memberdayakan para guru yang sudah ada. Hanya saja, diberikan pembekalan lebih mendalam. “Tenaga pengajarnya kami manfaatkan yang sudah ada, cuma kami berikan pelatihan-pelatihan lagi semacam penataran dan work shop,” terangnya.
Ia pun menjelaskan di TK yang sudah terbentuk ada guru PNS dan nonPNS, karena merupakan yayasan desa. “Jadi guru yang ada di sana kami berdayakan. Karena guru PAUD berstatus PNS di Badung cukup banyak. Per PAUD jumlah guru bervariasi karena tergantung jumlah siswa. Per guru mendidik 15 sampai 20 siswa idealnya,” paparnya. Hanya saja, Widia Astika tidak menyebut anggaran yang disiapkan.
Untuk diketahui, 2016 lalu baru ada enam TK bernuansa Hindu. Sedangkan pada tahun 2017 ada tambahan enam PAUD dan TK lagi, sehingga total menjadi 12 PAUD dan TK. Di antaranya yakni TK Hindu Darma Sastra, TK Prawidia Dharma Kumara, TK Budhi Kumara, TK Pradnyandari III, TK Karang Kemanisan, dan TK Tri Eka Dharma Loka. Selanjutnya ada TK Kumara Ngurah Rai I, PAUD Werdi Kumara I, TK Widya Kumara I, TK Dharma Kumara I Tibubeneng, TK Dharma Putra Kedonganan, serta PAUD Widya Kumara Desa Adat Kutuh.
Editor : I Putu Suyatra