Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Perjuangan I Lastri Diangkat dalam Cak Kolosal

I Putu Suyatra • Selasa, 22 Mei 2018 | 20:53 WIB
Kisah Perjuangan I Lastri Diangkat dalam Cak Kolosal
Kisah Perjuangan I Lastri Diangkat dalam Cak Kolosal



BALI EXPRESS, TABANAN – Memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), ratusan siswa SMAN 2 Tabanan mementaskan cak kolosal Senin (21/5) kemarin di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan. Cak Kolosal yang ditampilkan mengambil kisah I Lastri, seorang wanita asal Tabanan yang berjuang dalam merebut Tangsi Belanda.


Pembina Kecak Kolosal, I Gusti Nengah Hari Mahardika mengungkapkan bahwa  ada sekitar 500 siswa kelas I dan II SMAN 2 Tabanan yang dilibatkan dalam penampilan kecak kolosal tersebut. Dimana latihan dan segala persiapan sudah dilakukan sejak 1,5 bulan yang lalu.


Menurutnya, pemilihan cerita I Lastri dilakukan karena kisahnya yang sangat heroic. Meskipun I Lastri adalah wanita biasa, namun ia mampu  merebut kongsi Belanda. Sayangnya, kisah itu tak banyak yang mengetahui bahkan sampai I Lastri meninggal sekitar tahun 1980. Padahal ia adalah seorang pedagang asal Gerokgak, Kecamatan Tabanan yang membantu dalam perjuangan.


“Maka dari itu saya memilih mengambil cerita ini, agar pengorbanan I Lastri yang turut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bisa diketahui, dan lebih dihargai,” tegasnya. 


Sekilas dalam cak kolosal dikisahkan kala itu Debes adalah pimpinan belanda yang menguasai kongsi Belanda. Debes adalah kunci pengambil alihan persenjataan pasukan NICA di Tabanan. Kendati pimpinan pasukan, namun dalam jiwa raganya terpatri sebuah titik perjuangan yang membantu pihak lawan. Sedangkan I Lastri yang merupakan seorang pedagang yang cantik, anggun dan bersahaja juga ingin berjuang membantu pasukan Gusti Ngurah Rai yang minim senjata dalam perang puputan Margarana. Lastri kemudian saat itu berkoordinasi dengan Wagimin dan cara satu-satunya untuk merebut senjata lawan adalah dengan cara mendekati Debes.


Lastri yang memiliki pesona kecantikan itu mampu mengambil hati Debes dalam konservasi pergulingan penguasaan persenjataan Belanda untuk pejuang Tabanan demi membantu pasukan I Gusti Ngurah Rai. “Bahkan ketika itu terjadi koordinasi Lastri dengan Debes menyiasati sebuah strategi dalam menguasai kongsi Belanda,” lanjut Mahardika.


 


Selanjutnya Lastri memberikan pengaruh negatif terhadap kongsi Belanda, ia kemudian memberikan minuman keras untuk melengahkan pasukan Belanda. Ketika mereka lupa akan tugasnya dalam menjaga pelengkapan persenjataan, pejuang Tabanan pun datang mengambil alih semua perlengkapan perang Belanda. “Disini terjadi pertempuran sengit yang dimenangkan oleh pejuang Tabanan berkat I Lastri,” sambungnya.


Atas perjuangan I Lastri tersebut, pihaknya ingin I Lastri lebih dikenal lagi oleh masyarakat Tabanan dan menjadi momen kebangkitan untuk mempertahankan kemerdaan Indonesia.  Disisi lain upacara Hari Kebangkitan Nasional yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang sekaligus menjadi Inspektrur Upacara. Turut juga dihadiri oleh Sekda Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa dan pimpinan instansi serta staf dan siswa yang ada di Tabanan. 


Dalam sambutanya Wabup Sanjaya  mengatakan tema peringatan 110 tahun kebangkitan Nasional  adalah pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan Nasional Indonesia di era digital. “Ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang terbuka oleh berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta,” tegas Sanjaya.

Editor : I Putu Suyatra
#tabanan