Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Penjelasan Lontar Roga Sanggara Bumi Soal Gempa Sasih Karo

I Putu Suyatra • Senin, 6 Agustus 2018 | 17:02 WIB
Ini Penjelasan Lontar Roga Sanggara Bumi Soal Gempa Sasih Karo
Ini Penjelasan Lontar Roga Sanggara Bumi Soal Gempa Sasih Karo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gempa berkekuatan 7,0 skala ritcher yang terjadi di NT B,  Minggu (5/8), pukul 19.46 Wita, turut juga memporak-porandakan bangunan yang ada di Bali. Pusat gempa yang diperkirakan berada di Garis Lintang : 8.37 LS,  Garis Bujur   116.48 BT di kedalaman  15 Km laut Sumbawa  ini, terus diikuti gempa susulan.


Bencana alam, termasuk gempa bumi, diakui  supranatural Jro Agni Baradah, memang sudah tertuang dalam Lontar Roga Sangara Bumi. Bahkan, lanjut pria  yang juga pemangku di Pura Kahyangan Tiga di Karangasem ini, Lontar Roga Sangara Bumi juga berisi tentang bencana alam gempa beserta baik buruknya berdasarkan sasih (bulan) terjadinya gempa tersebut. Dan, Gempa kali ini terjadi saat sasih Karo yang akan masuk Katiga. "Bila dalam sasih ini datangnya gempa secara terus-menerus, ramalannya akan  terjadi wabah penyakit sampai banyak orang meninggal," beber Jro Agni, mengutip isi dari lontar Sangara Bumi.


Ditegaskannya, berdasar lontar tersebut,  dunia ini terdiri dari berbagai sistem dan hukum, dan  yang patut diwaspadai  adalah hukum alam yang terkait denga bencana alam. Meskipun disebutkan dan juga ada keyakinan untuk menanggulangi  atau mencegah bencana alam lewat upacara, lanjutnya, semua itu tidak akan bisa mencegahnya. Yang lebih riil dilakukan adalah doa, aksi, dan kepedulian terhadap alam.


Dikatakan Jro Agni, dilihat dari teropong bathin, tahun 2018 memang  kerap akan terjadi bencana alam, terutama di Bali Timur, Lombok, NTB, dan NTT.  "Sudah terlihat simbol awan infinity  tersamar di langit seperti angka delapan terjadi di timur Bali, yang mengindikasikan  ada masalah yang sambung menyambung alias tidak terputus, " ujarnya.


Soal penglihatan mata bathin mengenai infinity ini, sudah pernah dibeber Jro Agni dalam ramalan memasuki 2018 soal bencana alam dan panas yang diistilahkan dengan matahari kembar, dimuat awal 2018 di Bali Express (Jawa Pos Group).


"Infinity bisa terjadi terus menerus bencana yang tak tuntas, sehingga sikap waspada itu selalu harus ada. Karena itu bencana diperkirakan berlanjut seperti lingkaran angka delapan, dan terbukti bencana Gunung Agung juga tak tuntas tuntas,"'urainya kemarin.


Jro Agni berharap, apa yang dilihat dalam penglihatan bathinnya, tidak terjadi. "Yang saya khawatirkan hingga kini adalah tsunami. Saya berharap semua aman dari bencana seperti ini, " pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#gempa