BALI EXPRESS, DENPASAR - Sempat hilang di perairan Serangan, akhirnya pemandu wisata water sport sea walker yang bernama Didik Hariyanto, 43, asal Banyuwangi berhasil ditemukan oleh tim SAR dan gabungan dari Pol Air Polresta Denpasar, Sabhara Polda Bali, dan Balawista Kabupaten Badung. Sayang, lelaki yang kemarin (24/10), mulanya dilaporkan tenggelam itu ditemukan sudah tak bernyawa. Jenazah korban ditemukan di dasar laut di sekitar lokasi kejadian pada kedalaman sekitar 5 meter.
Sebelumnya, pada pukul 15.16 Wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan dari Ibu Devi bahwa salah satu dari pemandu sea walker water sport Gold Island hilang setelah melakukan penyelaman di sekitar Pelabuhan Serangan pada koordinat 8°43'196"S - 115°14'892"E. Menurut Devi kejadian tersebut terjadi pada pukul 13.00.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Peetolongan (Basarnas) Denpasar Ketut Gede Ardana langsung menerjunkan 1 tim dengan 20 personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar lokasi musibah menggunakan Riggid Inflatable Boat (RIB) Basarnas. Korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 17.10 setelah dilakukan penyelaman.
"Kami menurunkan 2 orang penyelam dari Basarnas dan dibantu 1 orang penyelam dari rekan korban," terangnya.
Dari informasi yang dihimpun korban yang tenggelam adalah pemandu sea walkernya. Sedangkan WNA-nya dalam keadaan selamat. Sumber di lapangan menyampaikan bahwa tamu WNA tersebut bersikeras untuk melakukan aktivitas di laut setelah sempat dilarang.
"Ngotot mau main sea walker. Padahal sudah dilarang karena air keruh dan lagi rahinan purnama," ujar sumber.
Namun tanpa sepengetahuan agennya wisatawan tersebut menuju ponton sendiri dan dibarengi oleh satu pemandu. Sementara kondisi wisatawan Song Jaeho, 34, asal Korea yang menginap di Hotel Alila Uluwatu masih bisa diselamatkan.
Keterangan dokter yang menangani korban Song Jaeho bahwa sudah tergeletak didampingi istrinya Kang Hasus, 33, saat pihaknya sampai di TKP. Saksi sempat memeriksa korban dan denyut nadinya sudah tidak ada, sedangkan pupilnya masih normal. Korban kemudian diberi pertolongan perrtama RJP dan dibawa ke RS BIMC.
Sementara guide korban Komang Alit Sutrisna, 47, sebelum korban ke Serangan terlebih dahulu ke Pura Uluwatu kemudian Padang -Padang Beach. Lalu mampir makan siang di Restoran Korea The Janggum. Dan baru menuju ke pantai Mertasari lokasi water sport. Saksi lalu mendapat kabar bahwa tamunya meninggal dunia saat melakukan sea walker.
Saksi lain Rafli Bagus Rianto, 22 menyampaikan bahwa oleh pemandunya wisatawan tersebut sudah disuruh memakai perlengkapan menyelam. Hingga akhirnya turun ke laut. Selang 7 menit kemudian, istri korban naik terlebih dahulu. Sementara korban Song Jaeho dan korban pemandu Didik masih di dalam laut.
Lama tidak naik akhirnya saksi turun ke laut mengikuti selang korban. Saat selang tersebut diangkat, rupanya wisatawan asal Korea tersebut sudah dalam kondisi tengadah. Oleh saksi lalu diangkat ke ponton. Sementara saat itu korban Didik masih belum ditemukan.
"Sempat dibantu menggunakan nafas buatan dan dibawa ke pelabuhan Serangan dengan kapal Bout sekoci milik Gold Island," ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo.
Jelas Hadi, dari hasil olah TKP korban meninggal karna paru - paru kemasukan air akibat tenggelam. Sehingga tidak bisa bernapas karena kekurangan oksigen.
Sementara Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustiadi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan korban pemandu yang bernama Didik ditemukan luka lecet pada lutut dan kakinya.
Editor : I Putu Suyatra