BALI EXPRESS, GIANYAR - Upacara caru gempang digelar di simpang empat Jaba Pura Catur Desa Pakraman Basangambu, Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, Minggu (5/5). Upacara itu dilakukan lantaran warga setempat meninggal secara tidak wajar, yakni ulah pati dan salah pati.
Kelihan Banjar Dinas Belahan, Desa Pakraman Basangambu, Wayan Wedagama di sela-sela upacara mengatakan, upacara ini digelar karena di Banjar Dinas Belahan, Desa Pakraman Basangambu belum lama ini terjadi musibah meninggal beruntun. Dalam waktu setahun, katanya, ada tiga orang meninggal dunia dalam satu rumah tangga. Selain itu, juga ada warga meninggal gantung diri.
Sesuai petunjuk sastra, salah seorang pemangku setempat, Jero Mangku Dalang Wayan Rudin, meminta warga menggelar upacara pecaruan Menawa Gempang di simpang empat (Perempatan) Jaba Pura Catur Desa Pakraman Basangambu, Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar. Sarana pecaruan menggunakan anjing blangbungkem, pecaruan manca warna, ayam bulu singkep, ngider buana, dengan sesajen pebangkit.
Wedagama menambahkan, hasil paruman warga setempat menganggap kasus ini sebagai cuntaka gumi yang harus dibersihkan dengan menggelar upacara mecaru. "Mecaru Menawa Gempang ini hanya dilakukan saat ada kasus yang menimpa warga yang meninggal akibat salah pati, seperti bunuh diri dengan cara gantung diri," jelasnya.
Upacara pecaruan yang dipuput Ida Peranda Dukuh Samiaga, Griya Penatih, dihadiri 570 kepala keluarga di Desa Pakraman Basangambu.
Editor : Nyoman Suarna