Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warga Taro Geger, Anak Sapi Rata-rata Mati tanpa Jeroan

I Putu Suyatra • Kamis, 19 September 2019 | 00:34 WIB
Warga Taro Geger, Anak Sapi Rata-rata Mati tanpa Jeroan
Warga Taro Geger, Anak Sapi Rata-rata Mati tanpa Jeroan


GIANYAR, BALI EXPRESS - Warga di Desa Taro seketika geger akibat dari anakan sapi milik warga tiga banjar yang ada mati tanpa jeroan. Sampai saat ini sudah ada enam anak sapi yang menjadi korban, dan warga takut akan menjadi bertambah dan penyebabnya masih misterius. Salah satu pemilik sapi, I Wayan Suarsana, Rabu (18/9) mengaku merasakan sangat terpukul karena anak sapi yang berumur belum seminggu itu mati mengenaskan.


Kondisi itu terjadi di beberapa banjar terdiri atas di Banjar Pisang Kaja, Banjar Patas, Desa Taro. Sedangkan di Desa Sebatu terjadi di Banjar Jati. Warga di tiga banjar itu pun merasa was-was dan merasa khawatir, karena ditakutkan semua sapi milik mereka akan menjadi korban. "Dua anak sapi saya mati, isi jeroannya sudah hilang. Sedangkan untuk daging sapi tersebut tidak dikomsumsi dan sudah dikubur di dekat kandang sapi," terang Suarsana. 


Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik sapi lainnya, yaitu I Wayan Asi dengan Made Mendra, anak sapinya juga menjadi korban, bagian jeroan dan pantat sapinya habis yang diperkirakan dimakan oleh binatang buas. "Dugaan kami ada binatang buas, anehnya anjing peliharaan kami kenapa tidak menggonggong saat ada binatang buas datang," terangnya.


Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ngakan Putu Readi mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Ia menjelaskan kepada warga bahwa sapi tersebut dimakan oleh gerombolan anjing liar. "Wilayah tersebut dekat dengan hutan, anjing hutan liar ini keluar mencari mangsa," ungkapnya.


Ia menambahkan, kasus anak sapi mati tersebut sama dengan kasus yang terjadi di Bangli beberapa waktu lalu. "Kasusnya sama, ini ulah anjing hutan liar dan kami kesulitan mencari tempat persembunyiannya. Saran kami kandang sapi itu dibuatkan pagar supya anjing liar itu tidak bisa masuk," imbuhnya.

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar