SERIRIT, BALI EXPRESS – Warga Banjar Dinas Taman Sari, Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt dihebohkan oleh peristiwa terbakarnya tempat hiburan Bar dan Karaoke Café Radja, Rabu (18/9) pukul 10.30 Wita. Akibatnya, dua unit room café berukuran 4x4 meter yang posisinya tepat di sebelah barat Lapangan Umum Seririt ludes dilahap si jago merah, hingga menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.
Kobaran api pertama kali dilihat oleh Luh Suryani Dewi, 26 dan Putu Renata, 39 yang saat itu sedang melintas di depan cafe. Melihat ada kepulan asap disertai api keluar dari dalam cafe yang sedang kondisi tutup membuat keduanya kaget dan panik.
Saksi Luh Suryani bergegas meminta pertolongan warga setempat. Sedangkan saksi Renata sedang berusaha membuka pintu cafe karena takut ada orang di dalam. Teriakan saksi Luh Suryani kemudian membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Sayang, upaya warga yang berusaha melakukan pemadaman, malah tidak membuahkan hasil. Kobaran api yang kian membesar dalam waktu singkat membakar ruangan cafe berukuran 12 x 10 meter yang beratapkan beton tersebut.
"Rencananya mau bersih-bersih di rumah. Pas jalan di depan kafe, saya lihat api dan asap. Saya minta bantuan warga. Putu Renata menghubungi petugas pemadam kebakaran," ungkap Luh Suryani,
Tak berselang lama, mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng akhirnya tiba di lokasi lengkap dengan petugas pemadam. Petugas cukup sulit memadamkan api yang berada di dalam cafe milik Devalentino Erlangga. Sebab, cafe sedang digembok. Petugas pun terpaksa merusak pintu cafe menggunakan palu besi agar dapat memadamkan api yang berada di dalam room cafe.
Demi mengantisipasi agar api tak merembet ke rumah warga sekitar, petugas PLN pun langsung datang ke lokasi untuk memutus kilometer listrik yang terbakar. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 11.50 wita. Butuh waktu hampir 1,5 jam bagi petugas Damkar untuk memadamkan api dengan menghabiskan 3 tangki air.
Sementara itu, Kapolsek Seririt Kompol. Made Uder menduga, penyebab kebarakan Cafe Radja dipicul oleh korsleting listrik. Akibat kejadian ini, ada dua lokasi room di dalam cafe yang terbakar. Barang-barang yang terbakar berupa AC, TV, sofa, sound sistem serta barang elektronik lengkap untuk fasilitas karaoke di kedua room.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Kerugian ditafsir mencapai Rp150 juta. Pemilik cafe baru mengetahui cafe-nya terbakar setelah dihubungi warga. Saat ini kasus kebakaran ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut," pungkas Kapolsek Uder.
Editor : Nyoman Suarna