Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Vila di Tampaksiring, Diduga Milik Putri Raja Arab, Digarap 9 Tahun

Nyoman Suarna • Kamis, 30 Januari 2020 | 02:14 WIB
Vila di Tampaksiring, Diduga Milik Putri Raja Arab, Digarap 9 Tahun
Vila di Tampaksiring, Diduga Milik Putri Raja Arab, Digarap 9 Tahun


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah vila, diduga milik Putri Raja Arab Saudi, Lolowah Binti Mohamed Bin Abdullah Al Saud dibangun di Banjar Sala, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring. Selain di Tampaksiring, terdapat juga vila yang dibangun di wilayah Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Bahkan pengerjaannya sudah dilakukan sejak sembilan tahun lalu dan kerap mandeg.


Saat koran ini meninjau ke lapangan, tampak proses pembangunan masih berlangsung, Rabu (29/1). Bahkan di depan vila terparkir belasan unit sepeda motor, dan para pekerja juga terlihat sibuk mengerjakan proyek tersebut. Saat koran ini hendak masuk ke dalam vila, security setempat tidak mengizinkan. “Cukup di luar saja nggih, jangan ke dalam,” jelasnya singkat.


Ditanya terkait dugaan penipuan jual beli vila tersebut, pihaknya enggan berkomentar. “Kami kurang tahu soal itu,” ujarnya singkat.


Sementara itu, Kelihan Dusun Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, I Wayan Nama, 49, membenarkan bahwa dua unit vila yang diduga tersandung kasus penipuan, berada di wilayahnya. Hanya saja, pihaknya baru mengetahui vila tersebut bermasalah setelah membaca berita di media masa.


Ia menjelaskan, vila tersebut mulai dibangun sejak sembilan tahun lalu atau sekitar tahun 2011. Namun, lanjutnya, pembangunan vila tersebut sering mandeg di tengah jalan. “Secara pasti tidak tahu. Yang saya lihat ada tenaga kerja yang berhenti kerja cukup lama. Mungkin sekitar enam  bulan berhenti kerja, lalu lanjut lagi,” bebernya.


Selama sembilan  tahun, diketahuinya, tenaga kerja yang mengerjakan proyek tersebut sudah berhenti sekitar tiga kali. “Mungkin jeda atau apa, saya kurang tahu. Kalau saat ini, ada tenaga yang kerja seperti biasa,” ungkapnya.


Dilanjutkannya, tenaga kerja yang dilibatkan sekitar puluhan hingga ratusan orang. Mengenai perizinan dan pendekatan terhadap masyarakat sekitar, diakui, sudah diurus sejak awal pembangunan. “Rasanya sudah urus IMB, tapi saya lupa namanya. Yang jelas orang lokal Indonesia, bukan orang asing,” katanya.


Wayan Nama mengaku pendekatan dengan warga setempat tidak ada masalah. “Ada jalan menuju Pura Taman Beji, itu menjadi hak guna pakai vila. Namun masyarakat sekitar tetap bisa lewat,” jelasnya.


 


Demikian juga para pengempon Pura Dalem Sala yang berada di depan vila tersebut, juga tidak ada masalah. Pura tersebut diempon oleh 3 banjar, terdiri atas Banjar Sala, Banjar Dukuh Griya dan Dukuh Kawan.  Bahkan sesuai data yang diperoleh, vila tersebut telah memiliki izin. “Pertama kali sebelum membangun, sudah ada orang suruhan yang datang ikut rapat dengan semua pengempon. Hasilnya tidak ada masalah, tidak ada melanggar aturan,” imbuhnya.


Sedangkan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra, menjelaskan,  pihaknya sangat menyayangkan kasus tersebut. Dia menegaskan bahwa kasus tersebut dilakukan secara perorangan. Menurutnya, kasus tersebut dapat mencoreng citra investasi Gianyar, khususnya di dunia pariwisata.


“Gianyar saat ini sedang berupaya menarik investasi di segala bidang. Situasi kita juga kondusif, dan dari pemerintah juga memberikan pelayanan yang bagus, tidak ada kena biaya yang tidak resmi. Kita sudah bereskan itu, baik di perizinan, di BPKAD maupun dimanapun sudah kita wanti-wanti, sehingga iklim investasi kita saat ini sudah bagus,” bebernya.


Lanjut Mahayastra mengatakan, kejadiannya menimpa orang-per orang. Karena ini kepercayaan pada perseorangan, sehingga kerugiannya cukup besar, Apalagi yang kena ini adalah bukan orang biasa, sehingga ini harus segera diproses hukum. “Karena lokasinya di Gianyar, jangan sampai mencoreng nama daerah Gianyar, sehingga membuat takut orang berinvestasi. Padahal ini merupakan kenakalan perorangan,” tandasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#gianyar #arab saudi #tampaksiring #bupati mahayastra