Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagang Minta Revitalisasi Ditunda, Mahayastra Langsung Buldoser

Nyoman Suarna • Selasa, 5 Mei 2020 | 03:24 WIB
Pedagang Minta Revitalisasi Ditunda, Mahayastra Langsung Buldoser
Pedagang Minta Revitalisasi Ditunda, Mahayastra Langsung Buldoser


GIANYAR, BALI EXPRESS – Aliansi pedagang Pasar Gianyar memasang spanduk penundaan revitalisasi di depan Pasar Gianyar, Senin (4/5). Pemasangan spanduk yang berukuran sekitar 3 kali 2 meter tersebut memiliki lima alasan, bahkan dipasang pada tiga titik di kawasan pasar. Sedangkan pihak pemerintah Kabupaten Gianyar, sesuai rencana, akan mengosongkan pasar tersebut mulai tanggal 14 Mei hingga 24 Mei 2020.


Aliansi pedagang Pasar Gianyar, Abdul Malik menjelaskan, pihaknya ingin menyuarakan kepada pemerintah agar proses revitalisasi ditunda di tengah wabah Covid-19 ini. Alasannya, kata Abdul Malik, karena situasi sekarang ini hanya untuk bertahan hidup saja dirasa susah. Diharapkan, dengan pemasangan spanduk itu pihak pemkab dapat meninjau kembali agar proses revitalisasi dapat ditunda sementara.


“Dasarnya kami pasang spanduk ini karena dalam kondisi kita  sekarang untuk bertahan hidup saja sudah susah sekali. Harapannya agar pemerintah meninjau ulang lagi. Kami tidak menolak, tetapi berharap pemkab menunda sampai wabah Covid-19 mereda,” jelasnya.


Dalam spanduk tertulis lima alasan, terdiri atas penyelesaian MOU dengan pedagang Pasar Gianyar. Penundaan relokasi pada masa pandemi Covid-19. Intruksi Presiden untuk menjaga sosial distanching, situasi ekonomi yang tidak kondusif dan terakhir dapat menimbulkan PHK tenaga kerja karena pendapatan semakin merosot.


Sedangkan ditemui terpisah, Bupati Gianyar Made Mahayastra menerangkan, proses revitalisasi sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Bahkan dilakukan dengan sangat hati-hati. “Wacananya sebelum saya menjadi bupati, sudah 2 tahun dilakukan dengan sangat hati-hati. Pasar itu direvitalisasi karena kondisinya tidak layak lagi, pasar yang ada di jantung Kota Gianyar dengan jumlah pedagang begitu banyak,” paparnya.


Disinggung terkait pemasangan spanduk penundaan revitalisasi itu, Mahayastra mengaku, tidak menjadi halangan baginya karena pihaknya telah berkali-kali bertemu dengan pedagang, sosialisasi berulang-ulang, dan saat ini waktunya untuk proses eksekusi. Anggaran revitalisasi itu pun disampaikan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gianyar sebesar Rp 250 miliar.


“Untuk meratakan pasar sesegera mungkin, mulai tahap pengosongan pada tanggal 14 Mei sampai 24 Mei 2020. Saya sampaikan bahwa tidak lagi ada negoisasi. Kalau ada yang menolak hanya tiga orang, tidak akan saya terima. Seandainya tanggal 24 belum kosong, langsung hari itu juga saya akan pimpin gunakan buldoser langsung. Kalau ada yang ingin menggugat, silahkan gugat atau tuntut nanti,” tegasnya.


Pria asal Payangan tersebut menambahkan, dalam proses revitalisasi pasar, akan ada pemulihan roda perekonomian di tengah wabah Covid- 19. “Justru ini akan ada pemulihan ekonomi, bergulirnya aktivitas ekonomi. Berapa orang akan bisa jualan bahan bangunan. Beberapa tenaga kerja akan digunakan, dan berapa pedagang kebutuhan pokok yang akan laku nantinya. Untuk spanduk penundaan itu segera akan diturunkan,” tandasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#ditunda #bupati mahayastra