Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sayang Sapi, Kaler Nyaman Tidur di Gubuk Dekat Kandang

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 6 Februari 2021 | 15:10 WIB
Sayang Sapi, Kaler Nyaman Tidur di Gubuk Dekat Kandang
Sayang Sapi, Kaler Nyaman Tidur di Gubuk Dekat Kandang


AMLAPURA, BALI EXPRESS-Kisah hidup Made Kaler di Karangasem membuat banyak orang terenyuh. Badannya tampak kurus. Dia tinggal di sebuah gubuk berbahan pelepah daun kelapa kering. Ada alasan khusus yang membuat Kaler memilih tinggal di gubug. Apa alasannya?


Pria ramah asal Banjar Mumbul, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem itu,  tampak duduk sambil memerhatikan satu persatu sapi peliharaannya. Ironis, Made Kaler ternyata sangat betah tinggal di sebuah gubuk kecil beratap daun kelapa kering. 


Di dekat gubuknya ada kandang sapi. Ada empat ekor sapi yang dia pelihara. Kaler sangat rajin memberi pakan rumput. Bahkan orang-orang dekat kediamannya mengenal Kaler ulet. Tak sedikit orang yang simpati terhadap kondisi yang dia alami saat ini. Tidur di gubuk yang tak layak huni.


Pria berperawakan kurus itu punya alasan khusus, rela tinggal di gubuk. Keluarganya menyebut, Kaler tinggal dekat kandang sapi hanya demi menjaga sapi kesayangannya. Dia selalu merasa ingin dekat sepanjang hari, memberi makan, dan melihat tumbuhnya langsung.


Bahkan, saking sayangnya, dia tak rela melepas sapinya kepada orang lain. Tidak mau dijual. Saking sayangnya. Kabar tentang ulahnya pun bikin heboh di media sosial. Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Sukarita bersama jajaran ingin mengecek langsung kabar tersebut.


Fakta menarik terungkap. Made Kaler ternyata memiliki rumah yang masih layak huni. Rumah itu sudah diperbaiki atas program bantuan bedah rumah Pemprov Bali, 2017 lalu. Soal Kaler tinggal di gubuk, dia hanya ingin menjaga sapi-sapinya karena saking sayang.


Jika ada waktu, dia sempatkan pulang tidur bersama ibu dan saudaranya. Tapi kesempatan lebih banyak tinggal di gubuk dekat kandang sapi. "Sudah punya rumah tinggal, bantuan bedah rumah 2017 lalu. Ada beberapa kamar ditempati ibu dan saudaranya," kata Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Sukarita, saat mendatangi rumah Kaler, belum lama ini.


Ibu Kaler, Nyoman Bagia mengiakan, anaknya amat sayang dengan sapi peliharaannya itu. Saking sayangnya, dia memilih tinggal dekat kandang. Padahal, bantuan bedah rumah sudah didapat 2017 lalu dan cukup untuk menampung mereka bertiga sekeluarga.


Kepala Dusun Mumbul I Wayan Sudarma tidak menampik kondisi Made Kaler seperti demikian. Tinggal di gubuk. Namun keluarga tersebut sudah mendapat perhatian dari pemerintah desa. Buktinya, keluarga tersebut sudah terdaftar sebagai keluarga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sebesar Rp 200 ribu. 


"Mereka keluarga biasa. Kalau dibilang miskin, ya tidak juga. Karena ada tanah untuk tinggal," ucap Sudarma. 


Editor : I Komang Gede Doktrinaya