SINGARAJA, BALI EXPRESS-Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong berlangsung sederhana, Jumat (12/2). Umat yang beribadah pun tak seramai perayaan tahun-tahun sebelumnya, mengingat saat ini masih pandemi Covid-19.
Seperti terlihat, umat yang menggelar ibadah harus tetap menerapkan protokol kesehatan (ptokes). Selain wajib menggunakan masker, sebelum memasuki area Klenteng yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-18 ini, mereka wajib mencuci tangan dan suhu tubuhnya dicek.
Demi mengantisipasi klaster baru penyebaran Covid-19, umat yang masuk pun tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas Klenteng. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan, sehingga tetap menjaga jarak.
Persembahyangan dilakukan secara bergilir. Di dalam klenteng tidak lebih dari sepuluh orang, untuk melakukan persembayangan. Proses persembahyangan diatur oleh para pengurus klenteng. Seusai sembahyang, mereka langsung keluar. Begitu siklus seterusnya.
Salah seorang umat bernama David Mulyadi, mengakui perayaan Imlek tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya. Demi mencegah penyebaran Covid-19, mereka rela untuk tidak bersilaturahmi ke rumah kerabat.
“Kita mengikuti prokes. Ya memang agak sepi sih dibanding tahun sebelumnya. Harapannya semoga situasi pandemi Covid-19 segera berlalu. Saat ini perekonomian juga menurun, silaturahmi juga tidak bisa,” singkatnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi, menyebut pihaknya meyakini jika tahun Kerbau Emas dalam perhitungan China akan menjadi tahun yang penuh dengan kerja keras. Terlebih, ujian saat ini cukup berat, seperti dampak pandemi Covid-19.
“Sesuai dengan situasi saat ini yang masih dalam masa pandemi Covid 19, yang berdampak kepada seluruh lini kehidupan masyarakat. Tahun kerja keras ini, dilihat dari sifat shio kerbau. dimaknai menjadi tahun kerja keras untuk dapat menuntaskan pandemi Covid-19,” ujar Gunadi.
Jika sudah terbiasa mengalami kesulitan, Gunadi yakin masyarakat akan menjadi lebih survive dalam menghadapi ujian dengan semangat. Menurtnya, kenyataan harus tetap dijalani, meski sesulit apapun.
“Yakinlah, keadaan pasti akan membaik di Tahun Kerbau Emas ini. Tetap semangat, jangan menyerah, niscaya kesulitan sebelumnya akan teratasi. Jadi, apapun kalau dilakukan dengan kerja keras, diyakini hasilnya akan memuaskan,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya