Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diancam Kasus Baru Jika Ida Dalem Tak Mengaku Salah

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 13 Maret 2021 | 03:15 WIB
Diancam Kasus Baru Jika Ida Dalem Tak Mengaku Salah
Diancam Kasus Baru Jika Ida Dalem Tak Mengaku Salah



 DENPASAR, BALI EXPRESS — Kasus pesan yang diduga  Sulinggih Ida Shri Bhagawan Dalem Segara membujuk wanita mengantar membeli dulang ketemuan di hotel, terus berlanjut dan malah makin panas. 


Setelah menantang lawannya untuk bertemu di Kantor Parisada Hindu Dharma (PHDI) Denpasar, Provinsi atau di Bangli, melalui sang pengacara Nyoman Yudara,  Kamis (11/3), mengatakan belum ada respon yang diberikan oleh pihak lawan untuk menyanggupi pertemuann itu. 


Namun, pihak Ida Mas Dalem Segara malah menerima ancaman lewat pesan WhatsApp keesokan harinya dari nomor tak dikenal. 


Hal itu disampaikan oleh Nyoman Yudara selaku pengacara dari sang sulinggih saat dikonfirmasi secara terpisah, Jumat (12/3). 


Dikatakannya, ancaman itu dikirim kepada salah seorang yang menjadi rekan Ida Mas Dalem Segara di pagi hari. “Pihak lawan ini masih diam terkait ajakan untuk bertemu, tapi sudah ada dikirim ancaman melalui pihak lain,” pungkasnya.


“Si pengirim pesan mengancam akan membuat persoalahan baru jika kasus ini masih dilanjutkan dan menyeret namanya,” tandasnya. 


Sang sulinggih muda diminta untuk mengaku salah, kalau tidak si pengancam menyatakan akan mengungkap semua keburukan sang sulinggih dan menyatakan sudah memiliki saksi dan bukti untuk itu.


Yudara menyebutkan pihaknya belum menanggapi ancaman tersebut dan memilih fokus kepada pertemuan dengan lawan yang akan digelar di PHDI. Surat resmi sudah dikirimkan ke PHDI Provinsi Bali untuk meminta kesediaan memiminjamkan ruang rapat dan memfasilitasi pertemuan tersebut. 


Ketika disinggung mengenai reaksi Ida Mas Dalem Segara mengenai ancaman ini, Yudara menjelaskan bahwa sang sulinggih terbilang santai menanggapi hal itu dan sudah tidak memiliki beban lagi, karena sudh melakukan klarifikasi dengan nabenya dan PHDI yang sempat hadir meminta keterangan. 


“Pada intinya beliau sudah pasrah diri dan ikhlas dihujat dan siap dengan segala ancaman ini,” ungkapnya.


Nantinya ancaman yang datang kali ini akan dilaporkan, baik sebagai bukti atau persoalan baru nantinya ke polisi. Tetapi bukan sang sulinggih yang akan melaporkan hal itu, melainkan rekan Ida Mas Dalem Segara yang menerima ancaman dari nomor WAnya. “Saya sudah ketemu di griya bahas ini, orang tersebut yang akan melaporkan ancaman ini nantinya,” tutupnya.


Sebelumnya, Yudara, Kamis (11/3) mengatakan, pada prinsipnya sang klien menolak segala tuduhan yang ditujukan seperti chat yang beredar di media sosial. Dikatakannya, kliennya juga mengaku tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dan benar-benar  tidak mengenal orang-orang yang menuduhnya.


“Kami berharap kepada pihak-pihak yang menuduh seperti Nayaka Pidada, Agus Gunawan dan Jero Dasaran Alit, agar secara gentle mau mengklarifikasi terkait apa sih maksud tulisannya menjelek-jelekan nama Ida, tempatnya di PHDI nanti,” tandasnya. 


Diharapkan klarifikasi tersebut dapat menemui titik terang mengenai apa sebenarnya persoalan yang terjadi. Namun hingga kini, pihak-pihak yang menuduh, seperti Nayaka Pidada, Agus Gunawan dan Jero Dasaran Alit, belum menanggapi tantangan untuk bertemu di kantor PHDI.(ges)


Editor : I Komang Gede Doktrinaya