Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sanggar Rare Kumara, Rangkul Teman Tuli Berlatih Tari Bali

Nyoman Suarna • Selasa, 15 Juni 2021 | 23:50 WIB
Sanggar Rare Kumara, Rangkul Teman Tuli Berlatih Tari Bali
Sanggar Rare Kumara, Rangkul Teman Tuli Berlatih Tari Bali

GIANYAR, BALI EXPRESS -  Video seseorang sedang menari Margapati dengan begitu lihai mendadak viral di media sosial. Apalagi setelah tahu jika penari tersebut merupakan salah seorang teman Tuli. Para netizen pun memberikan apresiasi terhadap penari yang bergabung dalam Sanggar Tari dan Tabuh Rare Kumara yang belakangan diketahui bernama Wayan Semardhana, 33, tersebut.


Ketua sekaligus pendiri Sanggar Tari dan Tabuh Rare Kumara, Desiana Suciantari, 21, menuturkan bahwa awal mula Semardhana bergabung di sanggarnya adalah karena Semardhana sering menonton anak-anak sanggar saat sedang latihan. Ia pun begitu antusias saat menyaksikan anak-anak sanggar menari. “Hampir setiap kali sanggar latihan dia datang untuk menonton,” ujarnya Selasa (15/6).


Hingga suatu hari, saat anak-anak sanggar sudah selesai latihan, Semardhana menghampiri dirinya dan mengungkapkan keinginannya untuk dapat ikut latihan menari. Hanya saja ia Tuli sehingga tidak bisa mendengar musik. “Dan tentunya dia berkomunikasi dengan saya menggunakan caranya sendiri. Kemudian saya ajak dia bergabung di sanggar, dan belajar bersama-sama dengan teman lainnya,” imbuh gadis yang akrab disapa Desi tersebut.


Ajakan itu jelas membuat Semardhana senang, namun ia mengaku malu lantaran memiliki keterbatasan dan tidak sama seperti teman lainnya. Tapi Desi terus memberikan support sampai akhirnya Semardhana mantap untuk berlatih di sanggar yang berlokasi di Lingkungan Bukit Batu, Samplangan, Gianyar tersebut. Desi juga meyakinkan Semardhana jika dalam berlatih ia akan dibantu oleh para pelatih. “Saya bilang nanti kita bantu kamu, saat latihan nari atau saat nanti pentas. Yang penting kamu semangat,” tegasnya.


Akhirnya sekitar bulan Maret 2021 lalu, Semardhana pun bergabung di sanggar dengan semangat, hampir setiap hari dia datang untuk latihan saat persiapan untuk Ngayah di Pura. Bahkan ketika anak-anak sanggar libur, dia tetap datang untuk minta dilatih. Sampai akhirnya Semardhana dengan percaya diri mementaskan Tari Margapati saat pujawali di Pura Puncak Bukit Batu, hari Rabu 9 Juni 2021 lalu.


Menurut Guru TK yang juga pengajar tari itu, ia sangat kagum melihat semangat dari Semardhana sehingga ia tak ragu saat mengajak kawan satu banjarnya itu untuk bergabung di sanggarnya. Meskipun Desi sendiri paham jika tidak akan mudah untuk melatih Semardhana yang memiliki keterbatasan. “Kita harus benar-benar paham apa yang dia ucapkan, seperti contohnya saat dia menanyakan salah satu gerakan yang dia tidak mengerti atau yang dia belum bisa. Dan kuncinya kita harus sabar,” bebernya.


Sanggar Rare Kumara sendiri ia bentuk sejak tahun 2019 lalu. Dimana Desi yang merupakan alumni SMKN 3 Sukawati atau KOKAR tersebut ingin mewadahi anak-anak disekitar rumahnya yang hobi menari dan menabuh. “Sebenarnya dari tahun 2018 sudah ada adik-adik yang latihan dirumah, semakin hari semakin banyak, sampai akhirnya tahun 2019 memantapkan hati buka sanggar. Dan sampai sekarang sanggar kita aktif latihan, ngayah dan ikut lomba-lomba. Astungkara setiap ikut lomba kita dapat juara,” tandasnya sembari mengatakan jika ia melatih anak-anak sanggar bersama rekannya, Putu Eka Jayanti. (ras)


Editor : Nyoman Suarna