AMLAPURA, BALI EXPRESS – Danau Yeh Malet di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, sempat ngetop beberapa tahun lalu di media sosial. Objek wisata tersebut ramai dikunjungi karena menawarkan pemandangan air danau yang lengkap ditumbuhi bunga warna ungu keputihan.
Namun, kondisi danau seluas sekitar 7 hektare itu, saat ini tidak sebagus dahulu. Danau mulai mendangkal. Eceng gondok hingga rumput liar sudah banyak tumbuh. Sehingga airnya surut. Pemerintah desa setempat berinisiatif membangkitkan wisata Danau Yeh Malet agar ramai dikunjungi seperti dahulu.
Kabarnya, danau yang juga difungsikan untuk menampung pasokan air hujan itu akan dinormalisasi. Balai Daerah Aliran Sungai (BDAS) Bali tinggal lakukan eksekusi dengan mengeruk pendangkalan itu. Dokumen terkait normalisasi itu telah dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup beberapa tahun lalu.
Perbekel Desa Antiga Kelod, Ketut Dresta mengakui izin untuk pengerukan sudah keluar karena telah memenuhi syarat. Pihak desa juga sudah koordinasi dengan pemerintah untuk permohonan bantuan penataan di sekitar danau. Jika terealisasi, harapan memiliki objek wisata baru terpenuhi.
Menurutnya, warga sekitar sudah lama menanti penataan ini dan berharap pemerintah segera melakukan pengerukan Danau Yeh Malet. "Warga ingin objek wisata itu kembali dibuka, mengingat danau ini berpotensi menghidupkan perekonomian warga sekitar dan pemerintah daerah," ucap Dresta, Jumat (18/6).
Namun Dresta belum bisa memastikan kapan pengerukan itu dimulai. Yang jelas, master plan sudah ada. Pihaknya tidak menampik, kondisi danau mendangkal sekitar 5-10 meter. Air hanya tersisa di bagian tengah danau. Sementara pinggirannya sudah dipenuhi eceng gondok. Rumput liar tumbuh di tengah danau.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya