DENPASAR, BALI EXPRESS- SMK PGRI 3 Denpasar menyatakan siap menjadi contoh sekolah swasta di Kota Denpasar maupun Bali dalam hal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah menurunnya level PPKM di Kota Denpasar, dari level IV menjadi level III. Bahkan, piranti pendukung protokol kesehatan (prokes) di sekolah setempat serta vaksinasi guru serta murid sudah dilakukan dan tinggal menyelesaikan tahap akhir.
Kepala SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madi Adnyana saat ditemui di sekolah setempat, Senin (20/9) mengatakan, untuk vaksinasi guru saat ini sudah menyentuh angka 95 persen. Kemudian, dari jumlah siswa 2.000-an lebih, kini tinggal 195 orang saja yang belum melaksanakan vaksinasi dosis kedua. “Kamis nanti rencana vaksin kedua itu dilakukan untuk sisanya, baik guru dan murid,” tegasnya.
Selain vaksinasi, pihaknya juga sudah ‘memegang’ persetujuan dari orang tua siswa agar anak-anaknya bisa ikut serta dalam PTM nanti, bahkan mencapai 98 persen orang tua setuju. Sementara untuk piranti prokes, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, alur masuk siswa, bangku kelas dan lainnya sudah disediakan dan diatur. “Selama ini, dalam masa PPKM Level IV, memang sekolah kami menggelar PTM, namun hanya praktek saja. Dan itu juga mendapat izin dari bapak menteri, untuk praktek di SMK itu masih diperbolehkan. Namun, untuk teori, masih dilakukan secara daring. Dan selama proses PTM praktek itu, tidak ada klaster baru,” tegas Madi Adnyana.
Kini, pihaknya tinggal menunggu surat resmi dari Disdikpora Provinsi Bali saja agar bisa diberikan izin untuk melaksanakan PTM ini, mengingat persyaratan untuk menggelarnya dalam waktu dekat sudah terpenuhi. “Kami berharap segera bisa diberikan dan kami ingin menjadi contoh bagi sekolah swasta, khususnya SMK,” ujarnya.
Lantas, jika benar dijinkan bagaimana sistem PTM nanti? Madi Adnyana menambahkan, itu pun sudah disesuaikan. Konsepnya tetap 50 persen PTM langsung dan 50 persen lainnya daring dengan menerapkan beberapa tahapan.
Editor : Nyoman Suarna