Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anak Agung Gede Rai Kalam Dikenal Bares dengan Ilmu

I Made Mertawan • Senin, 20 Desember 2021 | 16:39 WIB
Anak Agung Gede Rai Kalam
Anak Agung Gede Rai Kalam
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Seniman drama gong Anak Agung Gede Rai Kalam,84, meninggal dunia di kediamannya di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (20/12).

BACA: Seniman Drama Gong Anak Agung Rai Kalam Meninggal Dunia

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, seniman yang dikenal dengan peran patih anom dalam drama gong ini memang sakit sejak lama. Ia menderita diabetes.

Salah seorang seniman asal Klungkung I Dewa Gede Alit Saputra menilai Anak Agung Gede Rai Kalam merupakan sosok seniman drama gong jajaran kelas atas. Perannya di panggung nyaris tanpa cela. Unsur-unsur pendidikan di sela-sela dialog sebagai patih anom sangat kental, bahkan sudah menjadi identitas.  Tidak salah kemudian banyak generasi penerus drama gong yang meniru tata berbusananya, gaya berbicara, hingga sikapnya di atas panggung. “Tapi belum dapat taksunya,” ujar Alit Saputra.

Tak hanya bisa menjiwai peran, Anak Agung Gede Rai Kalam, lanjut Alit Saputra juga dikenal bares dengan ilmu. Tidak pamrih, terpenting ada regenerasi drama gong. Sehingga tidak salah ketika banyak seniman drama gong dan lainnya, menjadikan ia sebagai panutan. “Tiang (saya) pribadi juga pernah beberapa kali ikut dalam satu panggung, tuntunannya memang layaknya guru loka. Artinya beliau tidak merasa sebagai seniman  hebat dengan ego tinggi,” jelas Alit Saputra yang dikenal dengan seniman drama gong sebagai punakawan atau pelawak manis ini.

Bahkan, lanjut Alit Saputra, di usianya yang sudah lingsir (tua) dan dalam kondisi sakit, Rai Kalam masih semangat membina drama gong. Terakhir saat Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 lalu. Saat itu, drama gong Klungkung diwakili oleh Sanggar Kayonan. Tak sebatas aktif membina ketika persiapan pentas. “Dalam kondisi sakit masih ikut mengantar pentas ke Art Center. Ikut begadang sampai jam 2 dini hari. Itu lah dedikasi beliu. Sosok beliau tenang darma dan bares dengan ilmu,” tandas Alit Saputra, Ketua Listibiya Klungkung dan perintis sekaligus Ketua Komunitas Seni Sanggar Kayonan Klungkung. Editor : I Made Mertawan
#berita bali #bangli