Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana yang dikonfirmasi menerangkan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh saksi Ni Komang Muliastiti, 36. Bermula ketika saksi hendak mengantar anaknya berbelanja ke warung sekitar pukul 10.00.
Namun saat melewati garasi rumah korban yang merupakan tetangganya, wanita ini kaget bukan kepalang karena pria itu sudah dalam keadaan tergantung. "Saksi kaget dan langsung menangis histeris saat itu," tuturnya.
Muliastiti menangis dan berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh warga sekitar serta mertua saksi I Ketut Gede Astawa, 76, yang berada di rumah. Mereka kemudian datang untuk membantu menurunkan korban dengan harapan masih hidup.
Kejadian ini lalu disampaikan ke aparat Polsek Mengwi dan Puskesmas Mengwi 1. Sayangnya ketika petugas tiba dan melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. "Dari pemeriksaan medis, dinding nafas tidak ada, denyut nadi tidak ada, pupil mata sudah melebar, tidak ada udara keluar dari hidung, mulut menganga namun lidah tidak menjulur," tambahnya.
Lebih lanjut, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Putrawan. Ternyata menurut penuturan warga, korban sempat mengeluh punya sakit diabetes dan stroke ringan. Begitu juga informasi awal dari keluarga terdekat, bahwa kemungkinan korban nekat melakukan upaya bunuh diri dengan karena sakit yang selama ini diderita yaitu kencing manis,asam urat dan stroke ringan.
"Keluarga korban sudah menerima dengan iklas kematian korban dengan cara gantung diri," ujarnya. Selanjutnya jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka. Editor : I Dewa Gede Rastana