Berdasarkan pantauan di Pasar Bona, Gianyar, salah satu pedagang daging babi dan ayam, Ni Ketut Kerti mengatakan jika harga daging babi potong di kisaran Rp 85 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging ayam tanpa jeroan ada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. “Sekarang harganya masih stabil, biasanya naik pas mendekati Penampahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan bahwa pada Senin (30/5) harga daging babi dan ayam masih sama dengan pendapataan yang dilakukan pihaknya sejak Jumat 21 Mei 2022. "Per hari ini harga babi dan ayam ras tanpa jeroan masih stabil," ungkapnya.
Namun menurutnya hal itu tidak akan bertahan lama karena harga akan naik. Apalagi sehari menjelang Penampahan Galungan, stok babi akan menipis, karena banyak babi dipesan untuk 'mepatung'. “Biasanya H-1 stok babi menipis, dan ini menyebabkan harga naik,” sambungnya.
Sedangkan untuk daging ayam, kata dia biasanya lebih banyak dipakai oleh umat Hindu yang perekonomiannya berada di kurva kemiskinan atau yang ekonominya terpuruk. Seperti misalnya pada pertengahan pandemi Covid-19, lebih banyak masyarakat Bali yang mengganti daging babi dengan daging ayam. “Kalau harga daging ayam juga saat ini masih stabil di Rp 35 ribu per kilogram," sebutnya.
Tak hanya daging, Eka Suary mengatakan jika kebutuhan akan bunga juga sangat besar untuk Hari Raya Galungan. Harga bunga, janur dan buah-buahan pun biasanya mengalami peningkatan jelang Hari Raya Galungan. Dan untuk saat ini, berdasarkan data dari Disperindag Gianyar, harga bunga cukup fluktuatif. “Seperti bunga mitir mengalami penurunan dari Rp 22 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Lalu bunga pacar atau pacah naik signifikan dari Rp 12 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada bunga pecah seribu, dari Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Bunga jepun tetap di angka Rp 2.000 per bungkus. Kembang rampe juga tetap di angka Rp 8.000 per kilogram,” pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana