Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Absen 2 Tahun, Pekenan Ten-ten Kembali Digelar Ajak 100 Lebih UMKM

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 10 Juni 2022 | 03:19 WIB
WADAHI UMKM: Pekenan Ten-ten yang digelar ST Dharma Cantih, Banjar Pande, Desa Adat Pedungan, Denpasar, Kamis (9/6). (RIKA RIYANTI/BALI EXPRESS)
WADAHI UMKM: Pekenan Ten-ten yang digelar ST Dharma Cantih, Banjar Pande, Desa Adat Pedungan, Denpasar, Kamis (9/6). (RIKA RIYANTI/BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Lebih dari 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka gerai dalam gelaran Pekenan Ten-ten atau Pasar Tenten yang digelar ST. Dharma Cantih, Banjar Pande, Desa Adat Pedungan, Denpasar. Setelah absen selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Pekenan Ten-ten yang ke-20 ini kembali dilaksanakan dalam rangka mewadahi UMKM pada Umanis Galungan, Kamis (9/6).

 

“Kita fasilitasi lagi, karena dulu sempat terhenti juga di musim pandemi, dua tahun. Tiga kali Pekenan Ten-ten kita sudah stop. Ya, (acaranya) setiap enam bulan di Umanis Galungan,” ujar Ketua ST. Dharma Cantih, Banjar Pande, Desa Adat Pedungan, I Made Ode Dwiyana Putra, saat ditemui di lokasi.

 

Digelarnya kembali pekenan ini, lantaran melihat kelonggaran-kelonggaran yang diberikan Pemerintah pasca adanya penurunan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Disamping itu, pihaknya mengungkapkan, telah melakukan audiensi kepada Wakil Walikota Denpasar, dan telah menerima lampu hijau.

 

Ode menyebutkan secara rinci, untuk UMKM yang ikut berpartisipasi terdiri dari 54 UMKM bertenda, dan sekitar 80 UMKM non tenda. Mulai dari UMKM kuliner, pakaian, perlengkapan dapur, perlengkapan sembahyang, hingga UMKM mainan anak-anak. Pekenan Ten-ten ini, kata dia, dibuka selama dua hari yakni setiap Umanis dan Paing Galungan, mulai pukul 08.00-22.00 Wita.

 

“Untuk UMKM-nya, kami memang umumkan se-Kota Denpasar, dari seluruh Bali pun kami terima. Kami tidak ada batasan untuk warga lokal, yang penting UMKM-nya bisa untuk masyarakat menengah. Seleksi tidak ada, yang penting kesiapan dari pedagang saja. Dari kami, kisaran 100 UMKM kami menampungnya, selebihnya itu kami tidak bisa, kami tolak,” jelasnya.

 

Hasil penjualannya pun, menurut dia, murni hanya untuk para UMKM tanpa sistem bagi hasil. Hanya saja, untuk dapat berjualan di Pekenan Ten-ten, UMKM yang bersangkutan wajib membayar biaya sewa tenda sekitar Rp 350 ribu. Sementara bagi UMKM tanpa teda, biaya sewa dihitung dari luas wilayah yang digunakan untuk berjualan.

 

Dikisahkannya, Pekenan Ten-ten telah dimulai sejak tahun 1990-an dengan nama yang berbeda. Mulanya, pasar dibuka hanya setengah hari. Kemudian pada tahun 2009, dikemaslah sedemikian rupa oleh para tokoh di Banjar Pande, sehingga tercetus nama Pekenan Ten-ten.

 

“Sebelumnya ada banyak versi, ada yang bilang pasar kaget, pasar indah, pasar rakyat, banyak. Dulu istilahnya begini, pedagang itu kadang-kadang sudah ada aja di sini, pada saat Umanis Galungan. Jadi seiring berjalannya waktu dari tokoh-tokoh kita di banjar dikemaslah sampai seperti ini,” tuturnya. “Ten-ten ini sebenarnya kalau saya dikasi tahu sama senior-senior sebelumnya. Ten-ten ini adalah istilahnya, enten-enten, dadakan,” imbuhnya.

 

Pada gelaran sebelumnya, biasanya Pekenan Ten-ten bisa dikunjungi lebih dari 10 ribu orang dalam dua hari di situasi sepi. Namun untuk kali ini, pihaknya mengaku tidak memasang target. “Kalau target kami tidak ada sih, kalau bisa sih semakin naik di angka 10 ribu. Bagi pengunjung yang datang, dikenakan karcis Rp 3 ribu per orang,” katanya.

 

Berdasarkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) kunjungan di Pekenan Ten-ten cukup padat merayap. Kendati di tengah teriknya sinar matahari, pengunjung berlalu-lalang mendatangi satu per satu kios, khususnya kios kuliner yang terlihat tak pernah sepi.

 

Salah seorang pengunjung Pekenan Ten-ten, Desak Rai mengungkapkan, ini kali kedua ia mendatangi Pekenan Ten-ten. Sebelumnya, ia lakukan jauh sebelum pandemi. “Nyari pasar seperti ini kan biasanya malam-malam. Ini buka dari pagi sampai malam. Termasuk salah satu tujuan wisata murah untuk Umanis Galungan,” katanya.

 

Pengunjung lainnya, Komang Budi, mengatakan dirinya datang ke Pekenan Ten-ten untuk menikmati beragam kuliner yang disediakan. Ia mengunjungi Pekenan Ten-ten bersama teman-temannya. “Ke sini cari kulinernya sih. Harganya murah-murah, rata-rata Rp 10 ribu sudah dapat seporsi,” terangnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#kembali digelar #denpasar #100 lebih umkm #absen dua tahun #pekenan ten-ten