Bendesa Adat Tanjung Bungkak I Wayan Suja mengatakan, kelima sulinggih yang memuput karya itu yakni Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Gde Tegal Jinga Sumerta, Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur, Ida Pedanda Gede Beluangan dari Griya Delod Pasar, Intaran Sanur. Ida Pedanda Gede Made Rai Keniten dari Griya Gde Tegal Jinga Sumerta, serta Ida Pedanda Istri Buda Griya Gede Batuan Sukawati.
"Adapun tari-tarian yang dilaksanakan yakni tari rejang, baris gede, hingga topeng," ujar Wayan Suja. Ribuan pemedek turut hadiri puncak dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, lan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Dalem Tanjung Sari Desa Adat Tanjung Bungkak ini. Pelaksanaannya dimulai pukul 09.00 hingga pukul 24.00 Wita.
Beberapa rangkaian digelar dalam puncak karya ini mulai dari nyatur muka padudusan agung, paselang, majejiwan, mamasar ke padanaan, ngider buana, pangilen-ilen, dan muket tirta. "Terkahir kali upacara sebesar ini dilakukan pada tahun 1991 lalu," terangnya.
Ia menambahkan, karya agung tersebut digelar menyusul rampungnya semua kegiatan renovasi sejumlah pelinggih dan bangunan di Pura Dalem Tanjung Sari. "Setelah banyak palinggih direnovasi, dan kini sudah selesai, maka dilakukanlah karya agung ini," katanya. Wayan Suja menambahkan, serangkaian karya ini diperkirakan menghabiskan biaya mencapai Rp 5 miliar.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya