Rektor ISI Denpasar Prof. Kun Adnyana menyampaikan terima kasih kepada para mitra pilihan yang telah membina para mahasiswa yang mengikuti program MBKM. “Saya percaya teman- teman mahasiswa memilih seni murni mungkin memiliki tekad menjadi pelukis. Hendaknya mahasiswa sejak semester 1 telah memiliki tekad kuat mau menjadi perupa," terang Prof. Kun Adnyana, Sabtu (9/7).
Dikatakan, kesenian dalam dunia kerja, karena dunia kerja harus digali. Program MBKM memberi peluang mau jadi apa, bisa menjadi kurator, bisa memilih menjadi seorang wirausaha, seperti seniman Ketut Putrayasa pemilik Richstoon, atau proyek kemanusiaan lewat seni. “Tidak ada seniman lahir karena malas, seorang seniman pasti kerja keras,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Prodi Seni Murni FSRD ISI Denpasar Dr. I Wayan Setem mengungkapkan pameran ini diikuti oleh Mahasiswa TA MBKM sebanyak 5 orang dan mahasiswa BMKM Semester VI diikuti 31 orang. Keilmuan dan kompetensi multidisiplin yang dibarengi jiwa wirausaha akan menghasilkan alumni yang berkualitas. Bukan hanya siap kerja, namun juga berpotensi menjadi entrepreneur yang akan membuka lapangan pekerjaan.
Sementara kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan kekinian memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Editor : I Dewa Gede Rastana