Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Bali, H. Hardilan menjelaskan untuk LDII seluruh Bali dipotong sebanyak 103 ekor sapi dan 220 ekor kambing. Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan untuk pemotongan kambing menurun sebanyak 10 persen dari tahun lalu.
"Nominalnya sama dengan tahun lalu. Tetapi jumlah hewannya menurun, karena harganya meningkat," jelasnya.
- Hardilan menambahkan harga hewan kurban mengalami peningkatan akibat adanya PMK. Sehingga sapi dan kambing menjadi langka. Disebutkan kambing yang sebelumnya harganya Rp 1.5 juta sampai kini menjadi Rp 2.5 juta bahkan ada yang seharga Rp 3.5 juta.
Sementara untuk sapi yang awalnya seharga Rp 10 juta kini menjadi Rp 20 juta. Dengan berat rata-rata 400 kilogram sampai 500 kilogram. Dikatakan juga untuk seluruh LDII di Bali membuat paket daging kurban sebanyak 10 ribu paket.
Ditambahkan paket daging ini dibagikan kepada umat atau masyarakat yang memesan dan membutuhkan. "Kami tidak memandang suku, ras, agama. Intinya yang meminta dan membutuhkan wajib kami berikan," imbuhnya.
Sedangkan dalam pelaksanaan pemotongan di Sekretariat LDII Bali melibatkan sebanyak 50 orang panitia, termasuk juru sembelih. "Pemotongan harus selesai pukul 14.00 agar tidak terlalu sore," tegasnya.
H.Hardilan menambahkan pembagian daging kurban ini dilakukan secara door to door. Yaitu langsung ke rumah-rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.
Termasuk kesehatan hewan kurban sebelum disemblih juga sudah ada pengecekan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali. "Dari hasil pengecekan semua dinyatakan aman. Karena memang hawan yang akan disembelih kami cek," tegasnya.