Ada indikasi wanita itu depresi, karena memiliki riwayat struk dan kanker payudara berdasar penuturan pihak keluarga. Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana saat dikonfirmasi via pesan WA. Sudana menerangkan, awalnya anak korban berinisial DJ melihat sang ibu meninggalkan rumah di Desa Carangsari, Petang, sekitar pukul 04.00.
"Korban dilihat berjalan kaki keluar dengan membawa tongkat," tuturnya. Namun hingga pukul 12.00, korban tak kunjung pulang. Sehingga, DJ coba mengecek dengan menyusuri Jalan Raya arah Sangeh dan sampailah di tempat kejadian perkara (TKP). Ternyata di sebelah utara jalan, didapati ada sandal IGAP. Saksi pun langsung menghubungi ayahnya alias suami korban.
Mirisnya saat terus berusaha mencari, DJ melihat sang ibu dalam posisi telungkup di bawah jembatan. Alhasil wanita itu histeris dan meminta pertolongan warga sekitar. "Bhabinkamtibmas Desa Sangeh berkoodinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Cau Blayu untuk memanggil BPBD serta Basarnas," tambahnya.
Tak berselang lama, Basarnas Balu tiba dan menerjunkan 10 personil guna proses evakuasi. Sayangnya saat berhasil dijangkau, diketahui IGAP telah meninggal dunia. Sekitar 30 kemudian, jenazah korban berhasil diangkat ke atas jembatan. Selanjutnya dibawa menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung menuju rumah duka. Editor : I Dewa Gede Rastana