Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Telur Melambung, Dagang Martabak Tetap Jualan dengan Harga Normal

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 26 Agustus 2022 | 04:59 WIB
Pedagang telur di pasar Dauh Pala Tabanan. (GEK YUNI/BALI EXPRESS)
Pedagang telur di pasar Dauh Pala Tabanan. (GEK YUNI/BALI EXPRESS)
TABANAN, BALI EXPRESS- Harga telur ayam ras hampir di seluruh wilayah di Bali tercatat masih tinggi. Tidak terkecuali di Kabupaten Tabanan, per Kamis (25/8), harga telur ayam ras masih bertengger di angka Rp 53 ribu per krat.

 

Triyana, penjual telur di Pasar Dauh Pala Tabanan mengakui masih tingginya harga telur ayam ras disebabkan oleh harga yang diterimanya dari distributor memang sudah tinggi, sehingga harga ecerannya juga mahal.

 

"Untuk harga telur saat ini per kratnya Rp 53 ribu, satu krat isinya 30 butir, harga telur di atas angka Rp 50 ribu sudah terjadi sejak bulan lalu, penyebabnya karena harga dari distributor sudah mahal, sehingga harga ecerannya harus kami sesuaikan," jelasnya.

 

Meskipun harga telur ayam ras melambung, namun Ibu Ana mengakui jika stok atau pasokan telur sendiri relatif aman. Karena dari suplyer diakuinya tidak pernah ada keterlambatan pengiriman telur ayam. Jadi diakuinya begitu di-order, kiriman telurpun datang.

 

Selain harga telur ayam ras, harga telur ayam kampung pun dikatakan Bu Ana masih relatif tinggi. Per krat-nya harga telur ayam kampung mencapai Rp 65 ribu. "Untuk harga ayam kampung, masih relatif tinggi yakni Rp 65 ribu per krat. Kalau ayam kampung, harga Rp 65 ribu masih relatif stabil," paparnya.

 

Senada dengan Triana, Ayu Ekayanti, pedagang telur lainnya juga mengakui hal.yang sama. Menurut Ekayanti, harga telur ayam ras sampai pada akhir bulan Agustus ini memang masih tinggi.

 

"Untuk harga telur saat ini masih di angka Rp 53 ribu per krat, itu untuk telur ukuran kecil, sedangkan untuk ukuran sedang Rp 55 ribu dan yang besar bisa menembus Rp 58 ribu. Meski harganya tinggi, tapi pasokannya tetap lancar," tambahnya.

 

Tingginya harga telur ini, ternyata tidak mbawa dampak pada harga bahan makanan yang menggunakan bahan baku telur, seperti misalnya Martabak Telur. Seperti yang diakui Muslimin, salah seorang menjual martabak telur di Kediri menyatakan meskipun harga telur mahal, tapi pihaknya tidak menaikkan harga martabak dagangannya.

 

"Saya tetap menjual martabak dengan harga normal, mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan 35 ribu per porsi, tidak menaikan harga meskipun harga telur tetap mahal sejak sebulan lalu," jelasnya.
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#telur ayam kampung #pasar dauh pala #jual harga normal #martabak telur #harga telur melambung