Lelehan lumpur itu sempat menutupi jalan pada Selasa (25/10) sekitar pukul 17.00 wita, hingga mengakibatkan jalan tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Beruntung petugas kepolisian dari Polsek Sukasada mengambil langkah cepat dengan menerjunkan personil untuk penanganan.
Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan dikonfirmasi via telepon Rabu (26/10) pagi membenarkan adanya laporan mengenai lelehan tumpukan tanah dari proyek shortcut. Jalan yang sempat tertutupi oleh lumpur itu tepat di kilometer 13, jalan menuju Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif di daerah Gowe. "Kami langsung meresponnya dengan mendatangi lokasi serta menempatkan personel Polsek untuk memantau keadaan dan menghimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak melalui jalan tersebut karena masih dialiri air lumpur dan jalan masih sangat licin serta banyaknya bongkahan tanah yang menutupi jalan kemarin," terangnya.
Hingga Selasa malam penanganan dilakukan bersama pihak rekanan. Satu alat berat diturunkan untuk pembersihan jalan agar jalan tersebut dapat dilalui. Penanganan juga dilanjutkan pada Rabu (26/10) pagi. Kini jalan alternatif menuju Desa Wanagiri tersebut sudah dapat dilalui kendaraan. "Alat berat dari proyek shortcut sudah tiba di lokasi dan langsung bekerja, karena situasi sudah malam, dilanjutkan pagi tadi (kemarin,red). Sekarang sudah bisa dilalui. Memang untuk hal yang seperti cuaca ini tidak bisa dihindari, situasi alam tidak dapat ditebak," ungkap Kompol Dwi. Editor : I Putu Suyatra