Ketua Penyelenggara Denpasar Tattoo Fest 2022, Putu Agus Eka Prasantika mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan atas respon dari event DYouth untuk membangkitkan UMKM yang ada di Denpasar serta sebagai ajang memunculkan keberadaan seniman tato.
Agus Eka yang juga seniman tato dari King Tattoo Bali memandang tato saat ini seperti menjadi tujuan wisata. Sebab wisatawan mancanegara sengaja liburan ke Bali khususnya ke Denpasar hanya untuk membuat tato. “Kenapa tidak kita bisa bersaing dengan tempat-tempat wisata yang lain, kira-kira bisa buat wisata urban disini,” ujar Agus Eka saat pembukaan DYouth Fest 2.0 Tahun 2022.
Ia menambahkan, kontes tato ini juga sebagai ajang edukasi, yakni merubah stigma negatif tentang seni tato. Pihaknya juga mengundang dokter spesialis kulit dan kelamin pada acara talkshow yang membahas tentang kesehatan kulit, dan perawatan tato. “Diharapkan festival tato ini terus berlanjut, dan bisa menjadi event internasional di Denpasar. Karena kegiatan ini juga bisa mendatangkan pendapatan daerah dari wisman yang menginap di hotel otomatis perekonomi pasti akan berputar," jelasnya.
Untuk kontes tato yang berlangsung dua hari (28-29 Oktober 2022) ini mengangkat tema ‘Bali’ dengan kategori dua kategori yaitu Black & Grey dan berwarna dengan merebutkan hadiah berupa piagam dan uang total sebesar Rp 12 juta.
Sementara itu, salah satu peserta Dewa Ketha dari Geng Tattoo mengikuti kontes ini menggunakan teknik Handpoke tattoo, yakni pada proses pembuatan tato dengan cara manual tanpa menggunakan alat mesin.
Dewa mengaku gaya handpoke diterapkan sejak dua tahun terakhir. Ia memilih teknik ini karena murni dari selera dan prosesnya dinilai sangat unik seperti jaman dulu. Meskipun proses pembuatan tato menjadi lebih lama dibandingkan menggunakan mesin. "Prosesnya yang unik, jadi pengerjaannya harus lebih tenang. Untuk hasilnya pasti beda dan lebih lama,” jelas Dewa saat mentato modelnya. (bay)