Seperti halnya yang diungkapkan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Swastika. Menurutnya usulan bedah rumah yang masuk ke meja kerjanya untuk tahun 2023 cukup banyak. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan proposal. Namun proposal tersebut masih bersifat usulan.
"Untuk 2023 kita baru inventarisasi usulan, setelah itu baru diverifikasi sesuai prioritas kebutuhan rumah. Dan memang banyak yang menyampaikan proposal tapi kita harus mengacu pada hasil verifikasi lapangan, usulan ini berasal dari desa," tegasnya, Kamis (17/11).
Sementara itu, mengenai banyaknya proposal usulan bedah rumah, Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta meyakini jika hal itu tidak serta merta menunjukkan mereka tidak memiliki rumah. Namun mereka mencoba ingin mencari peluang untuk mendapat kesempatan tersebut.
"Khususnya di Gianyar, saya yakin tidak banyak yang tidak memiliki rumah. Mereka ingin mengajukan karena mungkin menurut mereka rumah tidak layak. Dan kita yakin Dinas Perkim pasti mempunyai skala prioritas yang memang benar tidak memiliki rumah," terangnya.
Untuk diketahui, keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Gianyar membuat bantuan bedah rumah di tahun 2022 tersendat. Padahal ada 285 unit usulan bedah rumah yang semestinya direalisasikan pemerintah untuk membantu warga kurang mampu.
Dimana di tahun 2022 usulan bedah rumah yang masuk sebanyak 285 unit. Usulan sebanyak ini termasuk usulan tahun sebelumnya sebanyak 100 unit. Dimana di tahun 2021 lalu hanya 43 unit bedah rumah yang terealisasi. Usulan sebanyak 285 itu bukan saja untuk bedah rumah, namun ada juga untuk rehab rumah dan jambanisasi. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana