KUTA, BALI EXPRESS - Nama tempat hiburan Sky Garden Bali sangat melegenda dikalangan penikmat malam. Namun diskotek yang berlokasi di Legian Nomor 61, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta sempat ditutup karena bermasalah. Diam – diam buka lagi. Pihak Dinas Perizinan Badung memastikan tanpa izin, karena sampai kemarin tidak ada mengajukan izin.
Informasi yang beredar, pihak yang berani membuka adalah manajemen baru dengan pola nakal. Modus yang dilakukan adalah, para pemegang saham sebelumnya mau menerapkan pola “ganti baju” atau diduga menggunakan “bendera baru”. Sebagian orangnya sama namun membuat PT yang berbeda. Informasinya adalah PT Sky Bali. Tujuannya adalah dengan PT Sky Bali nantinya bisa lepas tanggungjawab terhadap masalah sebelumnya.
Jika ditelusuri lebih dalam, Dibelakang PT Sky Bali ada Geoffrey Kelley yang adalah WNA Australia, dengan diatasnamakan adik iparnya Wilkin. Sebelumnya mereka menguasai 34 persen saham Sky Garden dengan nama PT ESC Urban Food Station. Sedangkan Sean Brian MCaloney yang orang Kanada memakai nominee Rifan dan Julian. adalah mantan pemegang saham 66 persen sebelumnya.
Selain itu, menggunakan nama Sky Garden juga dianggap melanggar hukum. Lantaran nama ini jelas sudah ada hak paten alias hak kekayaan intelektual (HAKI) oleh PT ESC Urban Food Station. Sehingga pihak yang membuka ini terancam masalah hukum.
Berdasarkan hasil pemantauan, Sabtu (24/12), memang terlihat sejumlah aktivitas di Sky Garden Bali. Bahkan di depan usaha tersebut terlihat dua karangan bunga yang mengucapkan selamat setelah dibuka kembali. Terlihat juga dua staff Sky Bali berdiri di trotoar yang menawarkan kepada wisatawan untuk berkunjung.
Untuk masuk ke Sky Bali, pengunjung diwajibkan membeli tiket seharga Rp 100 ribu. Tiket tersebut pun dapat ditukarkan dengan segelas whiskey, vodka, gin, atau sebotol bir ukuran kecil. Pengunjung pun setelah itu akan diarahkan menuju lantai tiga. Sebab saat ini salah satu diskotek ternama tersebut baru dibuka untuk satu dari empat lantai. Untuk jam operasionalnya sendiri dimulai dari pukul 21.00-04.00 dini hari.
Salah satu staff Sky Bali juga membenarkan jika saat ini tempat kerjanya baru dibuka satu lantai saja. Bahkan ia menyebutkan saat ini dikelola oleh manajemen baru.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan mengatakan, belum menerima permohonan resmi dari pemilik maupun manajemen Sky Bali. Bahkan ia mengaku belum menemukan pengajuan izin dari sistem. “Sepertinya belum ada mengajukan izin lagi,” ujar Agus Aryawan. Bisa disimpulkan jika mengajukan permohonan izin saja belum, dipastikan memang tanpa izin.
Menurutnya, saat dibuka kembali harus dipastikan kasus sebelumnya sudah terselesaikan secara hukum. Kemudian akan dilihat terlebih dahulu siapa yang memiliki hak dari lahan maupun bangunan tersebut. Terakhir seluruh kewajiban yang belum terpenuhi sebelum ditutup harus diselesaikan.
“Kalau sudah semua diselesaikan kewajiban itu, sepanjang dia memenuhi persyaratan untuk membuat sebuah usaha baik itu WNI atau WNA dapat mengajukan perizinan. Dan harus mengikuti mekanisme dan prosedur dari peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Sementara Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengaku, sempat dihubungi oleh pihak Sky Bali. Tujuannya untuk bertemu secara langsung dengan dirinya. Namun permintaan tersebut belum disanggupi, lantaran Wasista masih disibukkan dengan urusan lainnya. “Mungkin terkait itu (buka kembali) dia minta ketemu. Tetapi apakah dengan nama baru atau masih Sky Garden Bali saya belum menerima pemberitahuan,” ucap Wasista.
Kendati demikian, ia menerangkan tidak apriori kepada pengusaha. Asalkan ia menegaskan sudah mengikuti aturan yang ada, seperti melengkapi perizinan. Selain itu disatu sisi pihaknya mengaku memang memerlukan pengembangan usaha di wilayahnya. “Yang penting mereka mengikuti aturan, jangan sampai mereka berusaha di Kuta mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar. Kadang-kadangkan musiknya terlalu besar, jam operasional juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Koran ini pun sudah mencoba menghubungi pihak Sky Bali. Namun nomor telepon yang diarahkan oleh Wasista, ternyata tidak mengaku sebagai pemilik atau manajemen Sky Bali.