Seperti penuturan Wayan Raba, 51, pembuat dan penjual Kue Shintao ini yang banjir orderan jelang Imlek. Raba menuturkan kue ini sangat spesial karena dibuatnya pada saat Hari Raya Imlek saja. Sedangkan hari-hari biasa ia tak memproduksi. Jadi bisa dibilang Raba hanya membuatnya setahun sekali. “Prosesnya bisa dibilang gampang-gampang susah. Tergantung cuaca karena tidak boleh mendung. Terus rasa roti tidak boleh manis karena susah mengembang. Itu proses mengembangkan kue saja butuh 2-3 jam,” jelas Raba saat ditemui di Toko Kue Pie Susu Mantau, Denpasar.
Setelah kuenya mengembang, baru diisi isian berupa rasa-rasa seperti kacang hijau, kacang tanah, durian kacang, maupun rasa pandan dan kemudian dikukus. Harganya? Kata Raba, Kue Shintao tak dijual per biji melainkan per piringan dengan harga Rp 25 ribu. “Pesanan baru banyak datang sejak dua hari lalu, kemungkinan besok (Sabtu) orderan terakhir. Yang datang kesini biasanya perorangan. Kadang juga saya titip di toko,” jelas Raba.
Rata-rata dalam pembuatan Kue Teratai ini, ia bisa menghabiskan 30-40 kilogram bahan. Soal harga masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Ia tak mau menaikkan harga meskipun situasi ekonomi saat ini sedang bergeliat kembali. Tapi kata Raba lagi, ada pengecualian ia membuat Kue Shintao ini ketika ada orderan khusus. “Kalau ada warga Chinese yang ulang tahun, biasanya ada yang pesan. Baru saya buatkan, selebihnya gak saya buat kecuali pas Imlek ini,” bebernya.
Selain Kue Shintao ini, Raba juga menjual beraneka jenis kue seperti Kue Ikan, Kue Kura-Kura, maupun Kue Keranjang. Kue-kue ini sangat identik dan menjadi incaran warga yang merayakan Hari Raya Imlek.